Kisah ini bermula saat dirinya bersekolah di SMA. Awalnya ia belum pernah jatuh cinta dengan laki-laki manapun, lalu Tuhan mendatangkan seseorang yang sangat berharga tapi bukannya bahagia ia malah menderita dalam artian mencintai terlalu dalam.
Key...
“Menyaksikan senja itu indah tapi lebih indah jika aku menyaksikan senja itu bersama mu, suatu saat nanti.”
~Keynayya
🌻🌻🌻🌻
Seorang lelaki sedang duduk memandangi ombak di lautan, ia melihat seorang gadis sedang bermain air dengan sangat gembira. Ia suka dengan itu lalu datang menemui seorang fotografer.
"Kak boleh fotoin cewek yang itu, nanti edit terus kirim ke nomor ini untuk harga nya biar saya yang bayar" ucap lelaki itu menunjuk ke arah Naya dan memberikan secarik kertas berisi nomor telepon.
"Bisa dek, saya coba ya" ucap si fotografer.
"Siap makasih kak, saya tunggu di sana" ucap lelaki itu.
"Ini dek hasilnya, gimana bagus gak?" Fotografer menunjukkan foto tersebut.
"Bagus berapa nih" ucap lelaki itu memberikan 1 lembar uang bernilai 100 ribu.
"Waduh gak ada kembalian nya dek ada uang pas gak" ucap fotografer merogoh sakunya.
"Ambil aja semuanya kak"
"Iya terimakasih ya dek, foto nya sudah saya kirimkan" ucap fotografer lalu pergi.
"Terimakasih kembali"
"Cantikk,"ucap lelaki itu sambil memandangi foto Naya.
"Naya liat udah mulai sunset nya" teriak Gisel membuat Naya melihatnya dengan sangat bahagia.
"Akhirnya setelah sekian lama bisa liat sunset juga" ujar Naya sambil memandangi indahnya langit di sore hari.
"Emang seumur hidup lo gak pernah liat matahari terbenam gitu?" Ucap Hana.
"Kalau itu mah ya sering, ini itu liatnya di pantai bisa bedain gak sih gimana sensasinya"ucap Naya.
"Eh potoin gue dong, gue pengen pose kayak selebgram di medsos gitu yang foto menghadap pantai sambil liat sunset" Naya menyerahkan handphone nya kepada Hana.
"Karena gak ada Syaqil yang biasa potoin gue, jadi lo deh penggantinya" ucap Naya tersenyum tipis.
"Lo pikir gue gak bisa poto gitu, jadi orang hobinya kok merendahkan mulu ya " ucap Hana sebal.
"Eh nggak bukan gitu sayang ku, jangan salah paham dulu" ucap Naya dengan nada manja.
"Huek, pengen muntah gue di bilang sayang sama lo" celetuk Hana memperagakan seperti akan muntah.
"Kalau baper mah bilang aja, gak usah banyak drama" ujar Naya.
"Jadi gak sih Poto nya, banyak ngomong" ucap Hana kesal.
"Jadi dong"
1 2 3
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Nih gimana hasilnya" Hana menunjukkan hasil jepretannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagus sih gak beda jauh sama hasil syaqil makasih, mau foto bareng gak bertiga?" Ucap Naya berterima kasih lalu mengajak Gisel dan Hana berfoto.
"Ya jelas mau lah" celetuk Gisel.
1 2 3
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Bagus" timpal Naya.
"Yuk ah balik ke bis udah mau Maghrib nih" Hana melihat ke jam di handphone nya.
"Lah itu golongan Arzan, ngapain mereka disitu samperin yu" ucap Gisel dengan menunjukkan senyuman nya.
"Woi Asyraf!!!" Teriak Gisel berjalan menghampiri Asyraf.
"Kulan" (sayang, dalam batin Asyraf)
"Gak balik ke bis?" Tanya Gisel.
"Mau lah" ucapnya singkat yang sama sekali tak melihat wajah Gisel.
"Ih nyebelin banget sih kalau orang ngomong tuh tatap wajahnya lo malah liat ke bawah , jadi sebenarnya lo ngomong sama gue atau sama pasir sih" celetuk Gisel sebal.
"Kamu cemburu?" Tanya Asyraf yang melihat ke langit.
"Ngapain gue cemburu, gue cuma mau ajarin lo tatakrama saat berinteraksi dengan seseorang, ih geer banget sih jadi orang" gerutu Gisel kesal.
"Gue bukan gak punya tatakrama, tapi saat ini gue sedang menjaga pandangan dari perempuan yang bukan mahram untuk menghindari syahwat karena saat ini gue sedang menjaga hati seseorang" Asyraf menjelaskan dengan lemah lembut.
"Hah berarti lo lagi suka sama cewek gitu?" Tanya Gisel matanya melotot sempurna.
"Awas tuh matanya keluar" celetuk Naya lalu tertawa begitu juga Hana yang melihatnya ikut tertawa.
"Heh diem lo, gak ada yang lucu ngapain ketawa" timpal Gisel dengan nada kesal.
"Gak ada niatan buat balik ke bis, udah mulai malam loh" ucap Hana mengingatkan.
"Yuk balik" Asyraf bangkit dan mereka berenam berjalan menuju bis.