" hah lo tau kalau Naya suka sama Arzan?" Ucap Gisel tak menyangka jika rahasia nya diketahui orang lain.
" Iya, gue tau ini dari Firza" ujar Eva.
" Hah si Firza tau tentang Naya dan ngasih tau ke elo gitu?" Tanya indah dengan ekspresi terkejut.
" iya, Firza sempat menguping pembicaraan kalian" Eva memberitahukan semuanya kepada Gisel karena ini sudah saatnya untuk memberi tahu rahasianya dengan Firza.
" Firza juga yang menyuruh gue buat ungkapin perasaan keada Arzan dan gue malah nurut gitu aja" ucap Eva yang sedang memegang tisu lalu mengelap air mata yang menetes ke pipi gembul nya.
" Udah va, lo gak usah nangis gue tau perasaan elo tapi tolong lepasin Arzan mungkin dia gak pantas buat elo" ucap Gisel seraya mengusap punggung Eva untuk menguatkan temannya itu.
Dalam hitungan 1 2 3 Eva langsung memeluk Gisel dan menangis sekencang-kencangnya.
Indah yang melihat itu merasa kasian, tapi lebih kasian Naya karena ulah Eva lah yang membuat nya jatuh sakit.
Memang gini ya kalau lagi patah hati mau nya nangis mulu hehe.
****
Naya dan Hana pergi ke kantin tempat biasa mereka saat ada informasi penting.
Disana sudah ada Gisel dan Indah yang terlihat sedang memainkan ponselnya.
" Woy maaf nih gue baru tiba sekarang, karena tadi ada halangan" Ucap Naya lalu duduk di sebelah Gisel.
Mereka ber empat pun duduk dalam satu meja.
" Santai aja broo, mau Pesen apa ntar gue pesen" ucap Gisel.
"Gue pengen pesen tapi lo yang bayar" ucap Naya.
" Ngelunjak lu, boleh juga sih tapi cuma gope mau?" Ucap Gisel sambil merogoh sakunya.
" Buset gope doang dapat apaan tuh, palingan permen kaki 1 buah" ucap Naya.
"Yaudah kalau gak mau, uang gue aman" Ucap Gisel sedikit menyengir.
Setelah pesanan sampai kini mereka menyantap makanan yang telah disajikan.
Satu mangkuk mie ayam di tambah es teh manis sangat menambah kenikmatan.
Mie ayam salah satu makanan khas favorit Naya dan ketiga sahabatnya. Apalagi mie ayam buatan bibi bibi kantin.
" Kok gue gak ada pedesnya ya, ndah punten dong geserin botol saus di samping lo" ucap Naya lalu Naya mulai memasukkan 5 sendok sambal.
"Naya gila lo ya, itu sambal nya kebanyakan nanti asam lambung lu naik lagi" ucap Hana lalu merampas wadah sambel dan mengembalikan ke tempat semula.
Jika saja Hana tidak mengambil wadah sambal ,mungkin Naya akan menambah lebih banyak lagi.
"Apaan sih na, kurang pedes tau" sewot Naya.
"Heh itu lidah gak panas ngapa, lu udah masukin 5 sendok sambal anjir sekiranya kalau mau nyakitin diri sendiri itu mikir mikir dulu" Ucap Hana dengan nada sedikit tinggi sehingga siswa lain yang sedang berkumpul pun melihat ke arah sumber suara itu.
" Hah gue baru masukin 2 sendok" ujar Naya.
" Mata mu 2 sendok, coba tuh makan pedes gak" ucap Hana sambil menyedot es teh di gelasnya.
Aaaaaaa
"Anjirr panas banget lidah gue" teriak Naya dan langsung meminum es teh nya.
"Tuh kan apa kata gue teh" ucap Hana. Indah dan Gisel yang melihatnya hanya bisa tertawa melihat kecerobohan Naya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TAPI GENGSI
Teen FictionKisah ini bermula saat dirinya bersekolah di SMA. Awalnya ia belum pernah jatuh cinta dengan laki-laki manapun, lalu Tuhan mendatangkan seseorang yang sangat berharga tapi bukannya bahagia ia malah menderita dalam artian mencintai terlalu dalam. Key...
