twenty eight

12 2 0
                                        

"Lo mau bilang apa tadi raf?" Tanya Arzan penasaran dengan ucapan Asyraf yang belum selesai tadi.

"Oh iya jadi gini Zan, kayaknya gue suka deh sama Gisel" Ucap Asyraf sembari memakan pop mie kuah rasa baso.

"Oh jadi mau ngomong berdua sama gue buat ngomongin hal ini?" Tanya Arzan menyeruput kopi hangatnya.

"Iya, gue gak mau yang lain tau tentang ini gue percaya sama lo gak akan ngasih tau ke siapapun" ujar Asyraf melihat ke arah sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun yang mendengar obrolan nya.

"Kalau gue cerita ke Amar, Reyhan apalagi Ryan mereka pasti bakal sebarin hal ini ke yang lain" ujar Asyraf lagi.

"Kalau tiba tiba gue keceplosan ngasih tau tentang lo gimana" kekeh Arzan melihat wajah Asyraf yang ketakutan jika rahasianya terbongkar.

"Gue datengin rumah lo terus gue kuliti lo" ancam Asyraf kepada Arzan.

"Kok gitu sama sahabat sendiri" ucap Arzan dengan memanyunkan bibirnya membuat Asyraf tertawa gemas.

"Gak boy gue canda, gue berharap lo gak ngasih tau ini ke orang lain" ucap Asyraf dengan penuh harapan.

Arzan mengangguk mengerti dan terdiam memakan pop mie miliknya, setelah berenang lalu menyantap mie hangat itu sangat nikmat.

"Jadi menurut lo gue harus ungkapin perasaan ini ke Gisel atau jangan? Gue bingung semalam mikirin ini" ucap Asyraf yang tertunduk kebingungan.

" Terserah lo sih mau diungkapin atau di Pendem, kalau mau di ungkapin lo harus siap dengan jawabannya nanti jika dia nolak lo harus ikhlas terus jika dia terima, apa yang akan lo lakuin pacaran kah atau hubungan yang tidak halal yang sama sekali tidak mendatangkan ridho Allah" ujar Arzan menjelaskan semampunya.

"Menurut gue sih Pendem aja raf, siapa tau jodoh suatu saat pasti bakal bertemu" sambung Arzan.

Asyraf terdiam termenung memikirkan dan mencerna setiap perkataan yang masuk ke dalam otaknya.

"Gue pergi dulu ke sana, mau nyusul yang lain" Arzan pergi berjalan meninggalkan Asyraf seorang diri.

Asyraf masih terpaku dengan solusi yang diberikan Arzan.

****

Malam hari itu Gisel sedang memainkan ponselnya di atas tempat tidur, sambil mendengarkan lagi India menggunakan headset miliknya.

Gisel terpaku dengan gambar yang ia temukan. Gambar itu memperlihatkan sepasang cewek cowok berdekatan dan terlihat cowok itu merangkul pundak cewek disampingnya.

Cowok itu adalah Evan, seorang lelaki yang selama ini dia cintai dan Gisel pernah membayangkan suatu saat akan menikah dengan Evan.

Namun ,sejak saat ini ia benar benar kecewa setelah melihat postingan tersebut. Ia tidak pernah berpikir jika lelaki yang di idamkan nya berpacaran dengan orang lain.

"Gue gak nyangka lo sejahat ini Van, gue udah nungguin lo buat buka hati sama gue tapi ujungnya lo malah pacaran sama cewek itu" gumam Gisel perlahan meneteskan air mata.

"Jahat banget lo Marcell, udah rebut Evan dari gue" ucap Gisel tak kuasa menahan emosi ia mengambil pisau kecil dan menggores pergelangan tangannya kemudian ia menangis sejadi-jadinya.

Darah keluar dan mengalir dari pergelangan tangannya, terasa sakit namun setidaknya ini mengurangi rasa sakit hatinya.

Ya Marcell perempuan yang pernah membully Naya saat itu, sekarang kembali berulah merebut kebahagiaan Gisel. Memang tidak ada puas nya perempuan itu.

Udah sel mending sama Asyraf aja sana hehe.

CINTA TAPI GENGSICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang