twenty three

12 1 0
                                        


"Kamu tidak perlu melupakannya cukup kagumi dia sampai kamu merasa lelah dengan sikapnya maka di saat itu juga kamu akan terbiasa tanpanya."

~Keynayya

Naya melihat foto Arzan yang tersimpan dalam galerinya.

Dear cewek yang udah dapetin Arzan, lo sangat beruntung gue harap lo bisa jaga Arzan dan hargai dia ( batin Naya).

Naya tersenyum sambil melihat foto itu tidak terasa air mata menetes membasahi pipi nya dengan cepat Naya menghapus dan kembali bersikap biasa saja.

"Itu kan Naya kok dia nangis", lelaki itu memperhatikannya dari jauh hingga salah satu temannya menepuk pundak.

"Woy serius amat sih liatin
ayang" ,lelaki itu tidak menghiraukan ucapan temannya.

Ia ingin sekali memberikan secarik tisu itu kepada Naya, tapi ia merasa canggung dan takut karena hubungan nya pun tidak dekat.

"Woy yaelah sadar broo zina mata itu" ujar temannya lagi.

"Astaghfirullah lupa, thanks broo udah ngingetin" ucap lelaki itu.

****

Tepat pada jam istirahat, Arzan dan keempat temannya pergi ke kantin karena merasakan lapar yang sangat luar biasa.

"Bi nasi goreng nya Lima ya, pedes semua sama es teh nya empat" ucap Amar lalu duduk di tempat makan bersama keempat temannya sambil menunggu pesanan.

" Lo gak Pesen es teh nya Zan? Tanya Asyraf yang sedang memotong kukunya menggunakan gunting kuku.

"Gak gue mau beda minumannya" ucap Arzan lalu berdiri menghampiri si bibi warung.

"Huhh si paling berbeda"celetuk Asyraf.

"APA LO" ucap Arzan menatap sinis Asyraf.

" Yaelah biasa aja kali, gak usah merong" celetuk Asyraf mengetuk ngetuk meja makan dengan jari jarinya.

"Bi pop ice dua ya rasa cokelat sama blueberry pake cup, kalau yang blueberry di bungkus pake plastik"
Ucap Arzan memesan minuman.

"Siap A" ucap bibi kantin.

"Buset ngapain dah beli dua, buat siapa satu" ucap Amar menggelengkan kepala keheranan.

"Ya buat gue lah, buat di bawa ke rumah" ujar Arzan.

"Heh yang ada es tuh dah cair, kalau kau bawa pulang ke rumah" celetuk Amar yang duduk dengan gaya anak muda.

" hmmm Maksud gue ke kelas, biar gak bolak balik ke kantin" ucap Arzan membenarkan ucapannya.

"Kenapa gak buat gue aja" ucap Asyraf

"Iya yah kali kali traktir kek teman mu ini" ucap Amar.

"Heh sekiranya kalian bawa uang ngapain minta traktir"celetuk Arzan menimpali kedua temannya.

"Jadi gue harus miskin dulu gitu?, yaudah mar besok ke sekolah jangan bawa uang biar si Arzan yang traktir jajan" ucap Asyraf tersenyum licik.

"Gak bakal" Ucap Arzan.

Setelah pop ice dibuatkan ia membayar pesanan, lalu Arzan menuju ke warung sebelah membeli makanan lain.

"Bi ini uang pop ice sama nasgor nya, uang nya pas 15 ribu" ucap Arzan memberikan dua lembar uang sepuluh ribu dan lima ribu.

" Makasih Nak Arzan,tunggu ya nasi gorengnya masih dalam proses" ucap si penjual.

"Iya bi santai aja"

"Broo titip es gue ya, AWAS jangan diminum gue mau ke warung sebelah dulu" ucap Arzan menaruh es di atas meja.

"Tenang aja, selagi ada minuman kenapa harus minum punya lo" sindir Asyraf.

Arzan kembali ke tempat duduknya setelah membeli dua buah cokelat dairy milik.

"Wah beli cokelat buat siapa nih" ucap Amar dengan tatapan curiga.

" Apaan ini mah buat gue sama adik gue lah, gak usah mikir yang aneh aneh deh" timpal Arzan memasukkan cokelat ke dalam saku celananya.

"Emang sejak kapan lo suka cokelat? Tumben" tanya Asyraf menggigit jari jempolnya.

"Sejak dulu kala" ucap Arzan dengan menirukan nada khas bercerita.

"BACOT, malah main main gue serius nih" ucap Asyraf menekankan pada kata bacot.

Setelah menunggu lama nasi goreng telah jadi mereka pun menyantap makanan itu dengan lahap.

CINTA TAPI GENGSICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang