"Aku memang tidak tampak mengejar mu, tapi dalam doa ku, aku terus melangit kan namamu"
~Arzan Navindra
"Aku bahagia mengetahui kamu mencintaiku, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan cinta ini."
~Arzan Navindra
🥀🥀🥀
"Yang tadi lo sebutkan itu salah dan tidak sepenuhnya benar" ucap Arzan setelah mendiamkan diri.
"Maksud lo?" Tanya Firza tidak paham.
"Lo benar sekarang gue sedang menyukai perempuan, tapi lo gak tau siapa sebenarnya perempuan itu" ujar arzan dengan wajah datar nya.
"Jangan bilang--" belum sempat menyelesaikan ucapannya Arzan langsung berbicara.
"Perempuan itu Naya, perempuan pertama yang membuat gue jatuh cinta" ujar Arzan membuat Firza mematung.
"Jadi selama ini lu saling menyukai?" Tanya Firza sangat tidak percaya dengan kejujuran Arzan.
"Kalau lu suka sama Naya kenapa gak bilang dari dulu kasian Naya Zan" ujar Firza menatap kesal kepada Arzan.
"Kalau gue ngasih tau kepada Naya mungkin saat ini gue udah pacaran sama dia, gue gak mau cinta ini ternodai oleh hubungan yang haram" jelas Arzan kepada Firza.
"Setidaknya kalau lu mau mencintai dalam diam jaga perasaan dia dan hati lu Zan, jangan bikin dia cemburu apalagi sampai muncul kekecewaan yang berakhir dengan keasingan"
Deg
Ucapan Firza membuat dirinya merasa tersinggung. Benar juga dengan yang dikatakan oleh Firza gue udah nyakitin hati Naya.
Apa yang sekarang harus gue lakukan.
(Batin Arzan)
Merasa perdebatan ini sudah cukup Arzan pulang dengan perasaan cemas dan khawatir. Astaghfirullah, maafin Arzan ya Allah ( batin Arzan).
***
Hari ini Naya berangkat sekolah seperti hari biasanya, begitu pulang dari pendakian kemarin ia merasa ada perubahan hatinya yang dulu murung dan suram sekarang sepenuhnya berubah menjadi kebahagiaan yang menyelimuti dirinya.
Berbeda dengan hari biasanya, baru pertama kali ia akan ikut bimbel setelah pulang sekolah nanti.
"Naya" teman temannya menyambut hangat kedatangan Naya.
Naya tersenyum kepada mereka.
"Hari ini kek nya bahagia banget ada apa sih?" Tanya Gisel melihat Naya yang tidak seperti biasanya.
Naya hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan nya.
"Eh nanti malem ada kajian ustadzah Oki Setiana Dewi loh di masjid, mau pada dateng gak, kalau gue mah udah pasti sih soalnya di ajak sama my mom" ucap Hana sambil menunjukkan poster tentang kajian nanti malam.
"Mau, hitung hitung nyicil amal buat di akhirat" celetuk Indah.
"Insyaallah aku ikut, tapi mau bilang ke mama ku dulu" ujar Naya.
"Bagus kita pergi ramai ramai" ucap Hana dengan semangat.
"Lu gak mau ikut syaqil, padahal lumayan buat benerin akhlak elu" ucap Gisel sambil memainkan ponselnya.
"Ya ikut lah, bukan gue doang kali tapi lebih tepatnya kita semua minim akhlak" celetuk syaqil memperbaiki hijab nya.
"Ya mari kita menuju Jannah nya bersama-sama" ujar Naya melihat teman-temannya yang sangat semangat untuk belajar ilmu agama.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TAPI GENGSI
Fiksi RemajaKisah ini bermula saat dirinya bersekolah di SMA. Awalnya ia belum pernah jatuh cinta dengan laki-laki manapun, lalu Tuhan mendatangkan seseorang yang sangat berharga tapi bukannya bahagia ia malah menderita dalam artian mencintai terlalu dalam. Key...
