Extra Chapter 2

1.9K 99 0
                                        

Setelah mereka menghabiskan waktu, Moran pun mengajak Liang Zhaoyu ke Gusu, sesampainya di Gusu, Moran dan Liang Zhaoyu memutuskan untuk mengunjungi Jingshi untuk memberikan pesanan hanfu yang diambil Moran di Desa Ciayi, dan setelah bertanya pada murid – murid yang lewat, mereka pun mengetahui bahwa Wei Wuxian sedang melatih murid – murid di lapangan latihan, dan mereka pun bergegas ke ke lapangan Latihan

Setibanya mereka di sana, mereka melihat Wei Wuxian yang sedang serius melatih murid – murid, dan setelah selesai Moran pun memanggil Ibunya

" A Niang " ucap Moran dari samping lapangan

Wei Wuxian yang melihat anaknya dating Bersama seorang pemuda pun hanya tersenyum dan berkata " Pergilah ke Jingshi, nanti ibu menyusul " dan setelah mengatakan itu Moran dan Liang Zhaoyu pun pergi Jingshi dan setelah itu Wei Wuxian pun membubarkan murid – murid nya. Setelah itu ia pun memanggil suaminya untuk pergi ke Jingshi setetal itu ia pun pergi menyusul anaknya ke Jingshi

Sesampainya di Jingshi Wei Wuxian pun duduk dan tidak lama kemudian Lan Wangji pun menyusul istrinya ke dalam Jingshi dan duduk bersama dengan mereka dan Moran pun memberikan hanfu Ibunya dan Wei Wuxian tersenyum ramah, "Terima kasih, A Ran" Wei Wuxian pun berkata pada Moran " Siapa ini, A Ran? Temanmu? " tanya Wei Wuxian saat melihat Liang Zhaoyu yang berdiri di samping Moran "

Moran tersenyum, " Iya, A Niang. Ini Liang Zhaoyu, seorang kultivator yang membantu kami membersihkan Desa Yao dari mayat hidup. "

Wei Wuxian dan Lan Wangji, yang juga ada di dalam Jingshi, menyambut kedatangan Moran dan Liang Zhaoyu. Lan Wangji dengan senyum tipisnya menyapa, "Selamat datang di Gusu, Tuan Muda Liang Zhaoyu. Terima kasih atas bantuanmu di Desa Yao."

Liang Zhaoyu memberikan hormat kembali " Terima kasih, Hanguang-jun. Saya hanya melakukan apa yang saya bisa untuk membantu. "

Wei Wuxian yang selalu penuh semangat berkata, " A Ran, bagaimana misimu di Desa Yao? Apakah semuanya baik-baik saja ? "

Moran menjawab, "Berkat bantuan Liang Zhaoyu, semuanya berjalan lancar. Desa Yao kini aman dari ancaman mayat hidup."

Sambil mengobrol, mereka keluar dari Jingshi menuju lapangan latihan di Gusu. Angin sejuk bertiup lembut, dan matahari terbenam memberikan cahaya emas pada langit. Saat tiba di lapangan latihan, mereka melihat murid-murid Gusu yang sedang berlatih.

Wei Wuxian, dengan nada lembut, berkata pada Moran, " Bagaimana kalau kalian berdua bergabung dalam latihan mereka? A Ran, tunjukkan kemampuan mu "

Moran dan Liang Zhaoyu menyetujui ajakan itu dan bergabung dengan murid-murid Gusu yang lain. Lan Wangji dan Wei Wuxian duduk di tepi lapangan, menyaksikan mereka dengan bangga.

Liang Zhaoyu dan Moran bersiap untuk memulai sesi latihan mereka. Sementara murid – murid yang lain pun segera menyingkir dan memberikan mereka ruang untuk sparing . Suasana tegang pun terasa di udara, namun ada getaran kecil kegembiraan yang mereka rasakan.

Liang Zhaoyu mengeluarkan pedangnya dengan gerakan yang lincah dan berdiri tegap di tengah arena. Sebaliknya, Moran mengandalkan keahlian bela diri tubuhnya yang cekatan. Wei Wuxian, yang sebelumnya memberikan saran untuk pertarungan ini, duduk di pinggir arena dengan tatapan tajam.

Saat lonceng pertarungan berbunyi, keduanya bertemu di tengah arena dengan serangan dan pertahanan yang cepat. Liang Zhaoyu menghindari setiap serangan Moran dengan keanggunan, sementara Moran berusaha menjebaknya dengan gerakan-gerakan yang licin.

Beberapa menit berlalu, dan pertarungan semakin memanas. Liang Zhaoyu mengeluarkan jurus-jurus pedang yang indah, dan Moran merespon dengan ketangkasan yang sama. Mereka saling menyerang dan bertahan, menciptakan koreografi bela diri yang menawan.

Wei Wuxian, yang awalnya hanya duduk dengan tatapan serius, mulai tersenyum melihat ketangkasan keduanya. Saat mata mereka bertemu di tengah pertarungan, ada kilatan keintiman di antara mereka. Setiap gerakan dan serangan menjadi semakin lembut, seolah-olah mereka tengah menari di atas arena. Dan Wei Wuxian pun menyadari tatapan yang ada di antara mereka.

Tiba-tiba, Liang Zhaoyu melakukan gerakan cepat dan mendekat pada Moran dengan elegan. Dia mengunci mata Moran dengan matanya yang penuh semangat, dan tanpa berkata apa-apa, mereka terlibat dalam pertarungan yang intens. Moran, meskipun terkejut, merespon dengan tanggap, dan pertarungan itu menjadi semakin intim.

Wei Wuxian yang melihat hal itu hanya tersenyum dan berkata pada suaminya " Lan Zhan sepertinya Moran juga sudah menemukan orang yang ingin di lindunginya " dan Lan Wangji hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya.

Setelah serangkaian serangan dan pertahanan, keduanya tiba pada titik di mana mereka berdua terdiam sejenak. Mata mereka bertemu dalam keheningan, dan tanpa kata-kata, ada pemahaman yang dalam di antara mereka.

Lonceng pertarungan berbunyi lagi, menandakan berakhirnya sesi sparing. Moran dan Liang Zhaoyu saling tersenyum, mengakui keahlian satu sama lain dengan hormat. Dan sepertinya pertarungan ini bukan hanya latihan fisik, tetapi juga tarian yang melibatkan hati dan jiwa mereka.

Lan Wangji dan Wei Wuxian bangkit dari tempat duduknya dengan senyum bangga. "Bagus sekali, kalian berdua! Sparing kalian seperti tarian yang menyatu dengan irama alam."

Moran pun berkata " Zhaoyu memang teman yang sangat berbakat " ucap Moran yang memuji Liang Zhaoyu

Wei Wuxian tertawa mendengar perkataan Moran dan berkata " Ah ~~~ Teman, Mnnn A Niang mengerti " ucapnya sambil menggoda anaknya

" A Niang ~ ~ ~ " ucap Moran yang menahan malu dengan godaan ibunya

Dan seolah tidak puas, Wei Wuxian pun kembali menggoda mereka " Oh, sepertinya kalian tidak hanya sparing kemampuan kalian, tetapi juga ada kilatan romantis di sana " ucap Wei Wuxain dengan nada menggoda.

Moran yang mendengar perkataan ibunya hanya bisa menunduk malu

Wei Wuxian yang melihat itu hanya tertawa ringan. "Ah, kalian tidak bisa mengelak dari mataku yang tajam. Saya melihat adanya keintiman di setiap gerakan kalian. Mungkin ada sesuatu di antara kalian yang belum terungkap ? "

Moran dan Liang Zhaoyu hanya bisa tersenyum malu dan tidak membantah perkataan Wei Wuxian, dan Moran pun hanya bisa menatap Ayah nya untuk meminta bantuan, dan Lan Wangji yang tau arti tatapan anaknya pun berkata

" Wei Ying, Kembali ke Jingshi " ucap Lan Wangji sambil membawa istrinya untuk Kembali ke Jingshi

Setelah puas menggoda mereka, Wei Wuxian pun meninggalkan mereka berdua, yang masih terlihat saling pandang dengan ekspresi malu.

Setelah sparing yang penuh tantangan dan godaan dari Wei Wuxian, Morandan Liang Zhaoyu meninggalkan arena dengan langkah-langkah yang ringan. Danmalam itu mereka pun tidur dengan suasana hati yang bahagia.

After The Untamed ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang