Area Kediaman Jingshi sekarang bertambah besar dengan dibangunnya kediaman untuk Moran dan Xie Yun, Wei Wuxian tidak mau jika kediaman anak – anaknya terlalu jauh dari Jingshi, sehingga Lan Xichen pun mengusulkan untuk memperluas memperluas area Jinghi, dan kediaman untuk Moran dan Xie Yun akan diangun agar berdekatan dengan Jingshi
Area Jingshi sekarang memiliki tiga kediaman, kediaman pertama yaitu tempat tinggal Lan Wangji dan Wei Wuxian yaitu Jingshi, kediaman ke dua yaitu tempat tinggal Moran yaitu Yueliang dan kediaman ketiga yaitu tempat tinggal Xie Yun yaitu Taiyang. Kediaman Moran dan Xie Yun memang tidak seluas Jingshi, tapi kediaman mereka juga sangat nyaman karena Moran dan Xie Yun sendiri yang menghias kediaman mereka.
Hari ini di Jingshi yang biasanya terlihat sepi, sekarang terlihat begitu ramai dan hidup karena tepat hari ini Moran dan Xie Yun berulang tahun, dan mereka pun membuat pesta kecil – kecilan di Jingshi yang hanya dihadiri keluarga terdekat, di dapur Wei Wuxian yang dibantu dengan Sizhui dan Xie Yun, mereka sedang memasak berbagai jenis hidangan, sedangkan Lan Wangji dan Sizhui sedang merapikan dan menyiapkan meja di Jingshi. Jingyi bertugas menjemput Jiang Cheng dan Jinling di kota Ciayi.
" Memang masakan A Niang yang terbaik " ucap Xie Yun
" Tentu saja, dan sepertinya kau sudah ahli dalam urusan memasak " puji Wei Wuxian
" Tentu saja A Niang, aku mau seperti A Die " ucap Xie Yun
" Memangnya kenapa dengan A Die mu " tanya Wei Wuxian
" Aku mau menjadi suami seperti A Die yang selalu memanjakan A Niang, jika A Niang lelah maka A Die akan memasak untuk kita, dan mengerjakan semua pekerjaan A Niang. " ucap Xie Yun
" A Die sangat memanjakan A Niang " ucap Moran menimpali ucapan adiknya
" A Niang sangat beruntung memiliki A Die dan kalian. Dulu A Die kalian sangat dingin, tegas, dan kaku sekali " ucap Wei Wuxian
" Benarkah " tanya mereka berdua yang meragukan cerita dari ibu mereka
" Benar, A Die mu bahkan pernah melaporkan A Niang saat A Niang melanggar peraturan Gusu, akhirnya A Niang kena hukuman dari Qiren sifu berkat A Die kalian " ucap Wei Wuxian yang bercerita, ah lebih tepatnya ia sedang curhat pada anaknya.
" Wah.... Tapi sekarang A Niang tidak pernah di hukum A Die saat melanggar peraturan " ucap Xie Yun yang mendapat anggukan dari kakaknya
" Hahaha... Iya, A Niang tidak dihukum " ucap Wei Wuxian dengan tawa yang dipaksakan. ' Kalian tidak melihat A Niang dihukum karna setiap A Niang melanggar hukum, malam harinya A Die kalian menghukum A Niang di Jingshi ' batin Wei Wuxian
" Moran, Xie Yun sebentar lagi ayamnya matang, kalian bawa beberapa hidangan yang telah masak ke Jingshi nanti aku akan menyusul kalian " ucap Wei Wuxian yang menyuruh Sizhui dan Xie Yun
Setelah masakannya masang, Wei Wuxian pun membawanya ke Jingshi. Di Jingshi terlihat Jiang Cheng, Jinling, Lan Xichen, dan Lan Qiren yang telah datang. Mereka pun makan bersama dengan suasana hangat, saling berbagi cerita, dan bercanda.
Wei Wuxian pun mengatakan jika ia memberika izin untuk Xie Yun berpetualang, dan mengizinkan Moran untuk ikut berpartisipasi membasmi mayat ganas. Mereka semua pun mengerti, setelah itu mereka pun memberikan hadiah pada sikembar yang sedang berulang tahun.
Keesokan harinya di depan gerbang gusu terlihat, terlih Lan Wangji, Wei Wuxian, Moran, Sizhui dan Jingyi yang sedang mengantar Xie Yun dan Wen Ning.
" Ingatlah untuk selalu berhati – hati, jaga kesehatanmu, jangan selalu membuat onar dan merepotkan paman Wen Ning, bawa gantunga wewangian ini, ia bisa menangkal aura jahat yang mencoba memasuki tubuhmu " ucap Wei Wuxian sambil memberikan lonceng pada Xie Yun
" Xie Yun, bawalah ini, jubah luar ini bisa melindungi mu dari serangan senjata tajam " ucap Lan Wangji
" Xie Yun, kami telah memperkuat mantra yang ada pada Giok, gelang, lonceng, kalung milikmu " ucap Sizhui
" Jangan lupa bawa kantung, didalam ada berbagai macam ramuan dan obat, ini juga kantong uang, ingat untuk jangan boros " ucap Wei Wuxian memberikan kantung yang berisi obat – obatan dan kantung uang untuk anaknya.
" Baik A Niang " ucap Xie Yun
" Karna kau meitipkan pedangmu pada A Niang, jadi bawalah belati ini untuk melindungi diri. Belati ini A Niang buat dengan khusus, dan taakan mudah patah "
" A Niang, aku sangat mencintaimu " ucap Xie Yun sambil mencium pipi ibunya dan berkata " Kakak aku menitipkan A Niang, tolong gantikan aku untuk menjaga A Niang " ucap Xie Yun pada kakaknya
" Itu hal yang sudah pasti, selama berada diluar, jangan berbuat onar, jangan lupa untuk berlatih, ketika pulang ke Gusu, kita akan beradu pedang " ucap Moran sambil memeluk adiknya. ia khawatir dengan keselamatan adiknya, tapi ia harus percaya pada adiknya, walaupun adiknya ceroboh dan nakal tapi ia yakin adiknya bisa menjaga dirinya
" Xie Yun ingatlah untuk terus memberitahukan keberadaan mu pada A Niang mu, kau tidak mau kan melihat A Niang mu sakit karna tidak menerima kabar darimu " ucap Lan Wangji pada anaknya
" Baik A Die " ucap Xie Yun
" Tuan Wei, tidak perlu khawatir, Wen Ning berjanji akan selalu memberi kabar tentang lokasi dan keadaan Tuan Muda Xie Yun " ucap Wen Ning pada Wei Wuxian.
" Kami titipkan Xie Yun pada mu " ucap Lan Wangji pada Wen Ning
" Baik Hanguang-Jun " ucap Wen Ning
" Terima kasih Wen Ning, dan maafkan kami yang merepotkanmu, jika nanti Xie Yun nakal, hukum dan ajari saja ia " ucap Wei Wuxian
Setelah mengucapkan salam perpisahan pada keluarganya Xie Yun dan Wen Ning, setelah itu mereka pun meninggalkan wilayah Gusu dan Xue Yun pun memulai perjalanannya kedua luar.
KAMU SEDANG MEMBACA
After The Untamed END
RomansaKelanjutan Dari The Untamed, dan ada beberapa gabungan dialog atau alur dari The Untamed versi asli, dan The Untamed versi anime. Alur mengikuti kehendak Author Warning : Semua karakter bukan milik author,tapi alur cerita murni milik Author Maaf jik...
