Extra Chapter 3

1.6K 87 0
                                        

Keesokan paginya, Gusu disambut oleh cahaya matahari yang memancar, membawa suasana yang cerah dan segar. Moran bangun tepat waktu seperti biasa, ia pun bergegas untuk bersiap – siap untuk melakukan aktivitasnya. Namun, begitu ia keluar dari kamarnya, ia pun melihat adiknya yang sedang menunggunya didepan pintu, dan ia pun tidak bisa menghindari tatapan usil dari Xie Yun, sang adik yang sudah menunggu di depan pintu.

Xie Yun mendekati Moran dengan ekspresi usil di wajahnya. "Eh, hei, A Ran, aku mendengar tentang sparing kemarin. Ada tidak ada yang ingin kau ceritakan padaku?" godanya dengan senyum nakal.

Moran, yang merasa malu dengan adiknya, menjawab, "Apa yang kau bicarakan, Xie Yun? Itu hanya latihan biasa," sambil berusaha menahan rasa malunya.

Namun, Xie Yun tidak terpengaruh. Ia terus tersenyum dan menggoda, "Ayolah Moran. Aku melihat kilatan romantis di mata kalian. Ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, bukan?"

Moran memiringkan kepalanya dengan malu. "Tidak ada yang disembunyikan, Xie Yun. Itu hanya pertarungan biasa antara dua kultivator."

Xie Yun yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan berkata, "Kakak, A Yun mendukungmu," ucapnya sebelum pergi meninggalkan Moran.

Setelah interaksi singkat dengan adiknya, Moran memutuskan untuk mengantar Liang Zhaoyu yang berkeinginan pergi belajar ilmu medis. Setelah itu, ia melanjutkan aktivitasnya dengan semangat yang tak berkurang.

Malamnya tiba, dan suasana di Jingshi Gusu tetap tenang dan damai. Cahaya lilin yang lembut menyinari ruangan, dan aroma wangi cendana memenuhi udara. Setelah kelasnya selesai, Moran memutuskan untuk mendatangi ibunya.

Ketika Moran memasuki Jingshi, Wei Wuxian terlihat sibuk memeriksa catatan dan laporan perburuan malam. Ia mengangkat kepala dan tersenyum ketika melihat Moran masuk.

"A Ran, bagaimana kelasmu tadi?" tanya Wei Wuxian sambil mulai menyingkirkan laporan-laporan di mejanya.

Moran memberi hormat dan menjawab, "Kelasku berjalan dengan baik, A Niang."

Wei Wuxian tersenyum dan berkata, "Baiklah, itu bagus. A Niang senang melihatmu berkembang. Ada yang ingin kau bicarakan?"

Meskipun sedikit gugup, Moran mengumpulkan keberanian untuk membicarakan perasaannya. "A Niang, tentang Liang Zhaoyu..."

Wei Wuxian melihat anaknya dengan penuh perhatian. "Apa ada yang membuatmu khawatir?"

Moran menggeleng pelan. "Tidak, bukan itu. A Niang, apa pendapatmu tentang Liang Zhaoyu? Apakah... apakah A Niang merasa dia cocok untuk Moran?"

Wei Wuxian tersenyum lembut. "Liang Zhaoyu adalah pemuda yang baik. Dia tangguh, berbakat, dan baik hati. A Niang senang melihat kalian berdua bersama."

Moran mengangguk, "A Niang, saya merasa ada sesuatu di antara kami, lebih dari sekadar rekan latihan. Tapi saya tidak yakin, dan saya ingin tahu pendapat A Niang."

Wei Wuxian berpikir sejenak sebelum berkata, "A Ran, cinta adalah sesuatu yang harus kau temukan sendiri. Jika kalian merasa ada keintiman dan ada getaran yang berbeda, itu adalah langkah awal menuju sesuatu yang lebih dalam. Percayalah pada perasaanmu dan ikuti aliran waktu."

Moran merasa lega mendengar kata-kata itu dari ibunya. "Terima kasih, A Niang. Saya hanya ingin memastikan bahwa saya tidak membuat kesalahan."

Wei Wuxian tersenyum dan mencubit lembut pipi Moran. "Tidak ada yang salah dengan mencari cinta dan kebahagiaan, A Ran. Jangan ragu untuk mengikuti hatimu. A Niang selalu mendukungmu."

Setelah percakapan itu, Moran merasa lebih tenang. Ia meninggalkan Jingshi dengan hati yang ringan dan memutuskan untuk menemui Liang Zhaoyu esok hari untuk membicarakan perasaan mereka lebih lanjut.

Dengan langkah yang mantap, Moran melangkah keluar dari Jingshi, menyambut dunia luar yang penuh dengan misteri dan petualangan. Meskipun malam telah tiba, Gusu tetap menyimpan banyak cerita yang menanti untuk diungkapkan.

After The Untamed ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang