Setelah mereka makan, mereka pun bergegas beristirahat di kamar yang telah mereka pesan mereka memesan dua kamar besar, satu kamar untuk para wanita dan kamar satunya lagi untuk pria, saat semua orang sedang tertidur Xie Yun pun diam – diam keluar dari kamar nya, Tang San yang tiba – tiba terbagun pun melihat Xie Yun keluar kamar, ia pun mengikuti Xie Yun.
Xie Yun pun keluar dari penginapan dan berniat untuk jalan – jalan mengelilingi desa, entah kenapa mala mini ia sangat merindukan keluarganya yang berada di Gsus
" Mau ku temani berkelilng " ucap Tang San yang menghampiri Xie Yun yang berada di luar penginapan
" Ah.... Jika kau tidak keberatan " ucap Xie Yun
Akhirnya Xie Yun dan Tang San pun berkeliling desa, Xie Yun yang melihat pohon besar, ia pun mengajak Tang San untuk menaikinya setelah itu Xie Yun pun mengeluarkan seruling hadiah dari Ibunya dan mulai memainkan sebuah lagu kesukaan ibuya.
" Jika aku tidak mendengar permainan seruling mu, aku mungkin berfikir jika seruling itu hanya pajangan " ucap Tang San pada Xie Yun, setelah Xie Yun menyelesaikan permainannya
" Seruling ini pemberian dari ibu ku " ucap Xie Yun sambil tersenyum
" Kau... kau sedang merindukan ibu mu " tanya Tang San dengan nada pelan
" Iya, jika aku sedang merindukan ibu ku, aku akan memainkan lagu dengan seruling ini " ucap Xie Yun sambil memainkan seruling yang ada di tangannya
" Apa lagu yang baru saja kau mainkan dibuat oleh ibumu " tanya Tang San
" Tidak....lagu ini dibuat oleh ayahku untuk ibu ku " ucap Xie Yun
" Kalau kau sangat rindu, bagaimana jika kau menulis surat pada ibumu dan berutahu jika kau sangat merindukannya " ucap Tang San memberikan saran
" Aku sudah mengirim surat, aku juga berencana untuk membuat satu lagu khusus untuk seseorang " ucap Xie Yun
" Apa kau berencana membuat lagu untuk ibumu " tanya Tang San
" Tidak, aku yakin ayahku telah banyak membuat lagu untuk ibuku. Aku ingin membuat lagu untuk mu " ucap Xie Yun
" Su....sudahalah kau jangan bercanda, untuk apa juga kau membuat lagu untuk ku " ucap Tang San dengan nada yang ketus, tapi dengan wajah yang memerah menahan malu
" Aku ingin membuat lagu tentang kita, ketahuilah Tang San, saat aku mendekati mu aku tidak pernah main – main, dan aku serius untuk mendapatkan mu, nanti setelah mendapatkan ramuan herbal, aku akan meminta izin langsung pada Sifu mu " ucap Xie Yun dengan nada serius
" Xie Yun...Ka...kau serius, kita bahkan belum lama ini mengenal satu sama lain, bagaimana kau bisa begitu yakin " ucap Tang San
" Kita memang baru bertemu, tapi aku sudah memantapkan hati ku untuk memilihmu, aku sudah mengutarakan perasaan ku, aku menunggu jawaban mu " ucap Xie Yun dan dengan cepat mencium pipi Tang San
" Kau harus meminta izin pada Xiaogang Sifu, ia sudah seperti orang tua ku " ucap Tang San, ia pun membatin ' Walaupun kita baru saja bertemu, dan megenal satu sama lain, tapi entah kenapa saat aku melihat mata mu, aku merasa kau benar – benar serius. Saat berada disamping mu aku percaya bahwa apa pun yang terjadi, aku akan baik – baik saja '
Xie Yun yang mendengar ucapan Tang San pun tersenyum dan berkata " Aku pasti akan meminta izin pada Xiaogang Sifu " ucap Xie Yun, ia pun menggenggam tangan Tang San dan langsung mencium Tang San
" Xie Yun.... " ucap Tang San dengan wajah yang memerah dengan sempurna ketika Xie Yun tiba – tiba saja menciumnya tepat di bibir
" Terima kasih telah menerima ku, sekarang ayo istirahat besok pasti akan melelahkan " ucap Xie Yun dan mereka pun kembali ke penginapan dengan wajah tersenyum
Sementara itu Wen Ning yang memang sedari dulu selalu menjaga dan mengawsi Xie Yun atas permintaan Wei Wuxian. Ia pun hanya tersenyum melihat Xie Yun dan Tang San dan berkata dalam hatinya ' Sepertinya Gusu harus bersiap – siap karna Gusu akan segera menyambut anggota baru '
.
.
Sementara itu di Gusu terlihat Moran yang datang ke Jingshi, ketika tiba di Jingshi ia pun memberi salam pada ayah dan ibunya.
" A Die, A Niang, A Ran datang " ucap Moran
" Moran, kemarilah ada yang ingin A Die mu tanyakan " ucap WEI Wuxian yang menyuruh Moran untuk masuk ke Jingshi
" A Die, ada apa " tanya Moran
" Moran, kemarin Paman Xichen datang ke Jingshi " ucap Lan Wangji pada Moran
Dengan nada binggung, Moran pun menjawab " Iya A Die dan ? "
" Paman Xichen bertanya apa kau tertarik pada posisi calon peimpin klan " ucap Wei Wuxian pada Moran
Seketika Moran terdiam dan terkejut dengan ucapan ayah dan ibunya, Wei Wuxian yang melihat Moran terkejut pun berkata " Jangan terburu – buru untuk menjawab, A Ran bisa memikirkan nya terlebih dahulu "
" Apa yang Paman Xichen katakan " tanya Moran
" Paman Xichen bertanya apa Moran atau Tang San bersedia menjadi calon pemimpin klan " ucap Lan Wangji
Moran hanya terdiam dan ia pun berkata " A Die, A Niang, aku akan menunggu Xie Yun, setelah Xie Yun kembali, kami akan memutuskan bersama - sama "
" Mnnn... kita akan menunggu Xie Yun " ucap Wei Wuxian pada Moran
KAMU SEDANG MEMBACA
After The Untamed END
RomanceKelanjutan Dari The Untamed, dan ada beberapa gabungan dialog atau alur dari The Untamed versi asli, dan The Untamed versi anime. Alur mengikuti kehendak Author Warning : Semua karakter bukan milik author,tapi alur cerita murni milik Author Maaf jik...
