24 | Positif hamil

301 14 0
                                    

Malam sudah berganti pagi, bulan menghilang digantikan matahari yang muncul dengan cahaya yang terik membuat kedua orang yang enak-enak tidur sambil berpelukan harus membuka matanya lantaran cahaya yang mengusik ketiduran mereka, siapa lagi kalau bukan Dareen dan Edric yang tidur berdua dibrankar yang ditempati Dareen.

"Eungh,Ric.."panggil Dareen.

"Kenapa sayang hm"tanya Edric dengan suara beratnya yang khas seperti orang habis tidur.

Cup

Edric mengecup kening Dareen cukup lama,lalu beralih kebibir mungil Dareen,sampai tidak sadar jika ada seseorang yang baru saja masuk kedalam dengan berkacak pinggang.

"Shia..apa yang kalian lakukan"sentak pemuda lelaki itu sambil menutup kedua mata bocil yang berada digendongnya.

Sontak Edric melepaskan pelukannya dan mengakhiri ciumannya,lalu turun dari brankar Dareen.

"Gelap"ujar bocil yang berada digendongan pemuda lelaki itu.

Pemuda lelaki itu Gavin dan bocil yang digendong itu Aiden, jangan lupakan Andrian yang masih setia berada disamping Gavin.

"Mommy.."teriak Aiden sambil merentangkan kedua tangannya.

Gavin mendudukkan Aiden ditepi brankar Dareen,lalu ia duduk dikursi yang sudah disediakan.

"Gimana keadaan lo?"tanya Gavin sambil memegang kening Dareen yang tak hangat melainkan dingin itu.

"Gak papa,eum.. Pin gue pengen Ratu abu-abu deh"kata Dareen.

"Hah!,ratu abu-abu apaan jir,mana ada ratu abu-abu yang ada tuh ratu putih"ucap Gavin.

"Ck,adaloh ratu abu-abu yang dalamnya warna coklat ituloh,beliin dong murah loh pin"rengek Dareen.

"Heh boti,mana ada ratu abu-abu dalamnya warna coklat,mana bisa dibeli anjir, emang tokonya ada hah?"tanya Gavin.

"Ah elu mah gitu,adalah ogeb cepetan beliin ish yang dalamnya lagi ada kacang almondnya"kaga Dareen.

"Bentar-bentar ini makanan?"tanya Gavin.

"Iyalah, emang lo kira apa mem-"ucap Dareen terpotong gitu saja karena Gavin membungkam mulutnya.

"Gak usah dilanjutin gue ngerti,ribet bener lo ngomong bilang aja Lo pengen coklat Silverqueen"kata Gavin dan Dareen hanya nyengir gak jelas.

"Iyan beliin Silverqueen dung,yang banyak ya oh ya belikan aku Cimory yang rasa brown sugar"suruh Gavin.

"Papa Aden mau cucu uga laca cokat"kata Aiden.

Andrian mengangguk lalu pergi keluar untuk membelikan kesayangannya makanan yang diinginkannya.

"Ric pulang aja,mandi terus kerja"suruh Dareen.

"Mana bisa aku ninggalin kamu sayang"kata Edric.

"Aku disini sama Aden ada Apin juga,sudah kamu kerja saja pasti kerjaan kamu menumpuk karena terus mencariku,aku sudah tidak apa-apa"kata Dareen.

"Tapi-"ucap Edric terpotong karena melihat wajah Dareen yang tersenyum menandakan dirinya sudah sehat walafiat,ya emang anjir tapi gitu lubangnya masih nyut-nyutan gegara benda tak bermanfaat itu.

"Hm, baiklah"ucap Edric.

Sebelum Edric pergi,Edric mencium kening Dareen,kedua pipinya,dan terakhir bibir mungil pink milik Dareen,ia juga mencium kedua pipi chubby Aiden.

Edric sudah pergi ditelan bumi ah engga lah,dia pergi kemansionnya untuk mandi dan langsung pergi kerja.

"Eum..Len gue mau omong lo jangan marah ya"kata Gavin.

Mafia × PsichoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang