30 | Pergi

237 11 1
                                        

Empat minggu telah berlalu,Edric juga sudah pulang dari rumah sakit sekarang dirinya lagi rebahan diranjangnya sambil menikmati pemandangan yang sangat indah dari kecantikan istrinya.

Plak

Seketika wajah Edric berubah menjadi datar ketika dirinya ditimpuk oleh anaknya sendiri siapa lagi kalau bukan Ares pelakunya.

"Ck menyebalkan"kata Edric.

Sedangkan sang pelaku hanya menatap wajah daddynya datar, sepertinya Ares sedang marah karena daddynya yang selalu tersenyum melihat mommynya itu, udah kecil aja bisa cemburu apa lagi kalau udah besar nanti.

"Haha kau cemburu son melihatku tersenyum ke mommymu hm haha"tawa Edric.

"Kenapa Ric?"tanya Dareen.

"Nih anak kamu cemburu liat aku tersenyum kepadamu"jawab Edric.

Dareen tersenyum melihat Ares lalu Ares juga ikut tersenyum kepada Dareen, Dareen merebahkan Aris disamping Ares lalu ia menggendong Ares dan menciuminya tanpa henti.

"Kecil-kecil udah cemburuan aja, gimana kalau udah besar nantinya"canda Dareen.

"Mommy.."teriak anak kecil yang tengah berlari menghampiri Dareen.

"Eh sayang, udah pulang ya"

"Iya,tadi mommy tak caliin kemana-mana tauna dicini"

Dareen tersenyum menanggapi celotehan anak kecil itu,dia Aiden yang baru pulang dari sekolahnya.

Aiden naik keatas ranjang dan rebahan disamping Edric,ini posisinya Aiden ditengah Edric dan Aris.

"Gimana sekolahnya son"tanya Edric.

"Tayak biaca"

Mereka bercanda gurau bersama dengan diiringi celotehan yang dilontarkan Aris.

(⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)

Malam hari telah tiba,setelah makan malam dan menonton televisi mereka bersiap untuk tidur karena ini sudah malam.

"Sayang"panggil Edric.

"Hmm.."

"Terimakasih telah merawatku,jangan pergi ya,jangan pernah berpikiran untuk meninggalkanku"tutur Edric.

"Ric ini omong apa sih,aku gak pernah berpikiran seperti itu Ric,udah jangan dipikirin ah,nanti tambah sakit kamu,udah sekarang kamu tidur banyakin istirahat agar cepat pulih dan jangan mikirin apapun,aku akan selalu ada buatmu"

'tapi maaf Ric.. jika nanti tugasku selesai aku akan kembali ketempatku semula,mungkin.. jika suatu saat nanti ada kehidupan baru lagi aku akan mencintaimu bukan karena sebuah alasan tetapi aku mencintaimu dari lubuk hatiku yang paling dalam dan aku tidak akan menjadi Dareen yang hanya mencintai karena sebuah dendam yang sangat besar'batin Dareen.

Dareen mengelus pucuk rambut Edric sambil tersenyum,Edric tersenyum elusan itu membuatnya candu,entah pakai komat kamit apa Edric langsung tertidur begitu saja.

"Maaf Ric..jika nanti aku tidak bisa menempati janjiku.."gumam Dareen,hanya Dareen dan tuhan yang tau gumamannya.

Ting

Notif dari handphone membuatnya tersadar dari lamunannya,ia melihat handphonenya,ada satu pesan yang belum terbaca.

Jem

Mafia × PsichoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang