20 | Manusia Iblis

219 13 0
                                    

"Len lo dimana sih anjing"kesal Gavin.

"Huaa,mom uaa mommy, mommy hiks mom"panggil Aiden dengan tangisannya.

Gavin berlari menyusul Aiden kedalam kamar Dareen,Gavin melihat Aiden yang terus menangis dot yang tadinya menempel dimulut Aiden sudah jatuh menggelinding dibawah.

"Aden kenapa?"tanya Gavin lembut.

"Mom mana hiks?"tanya Aiden disela-sela tangisnya.

"Mau mom hiks mom hik hik mau mom hiks srott"Aiden terus bilang seperti itu,ia tetap menangis sampai ingusnya keluar.

Aiden mengelap ingusnya dengan baju yang ia pakai,Gavin tersenyum lembut kearah Aiden,lalu ia membawa tubuh mungil Aiden kekamar mandi untuk membersihkan ingusnya.

"Udah ya jangan nangis lagi,mom nanti pulang kok,dad jemput mom sekarang kamu tenang aja"ucap Gavin mencoba menenangkan Aiden.

Aiden masih menangis parau,Gavin tidak tau harus bagaimana lagi dirinya menenangkan sikecil,dia sudah lelah sekarang Dareen tak kunjung kembali,Edric dan Andrian juga tak memberi kabar kepadanya.

"Bibi,biasanya Aden kalau nangis Alen apain?"tanya Gavin.

"Maaf tuan bibi juga tidak tau"balas salah satu pembantu.

Pasalnya dari Aiden datang sampai sekarang Aiden tidak pernah menangis apalagi Dareen tidak pernah jauh dari sibocil.

"Oh iya tuan,kemarin saya liat tuan muda menangis karena digigit harimau kecil yang mister bawa dari kantornya,mister mengatakan jika harimau kecil itu baik dan mister mendekatkan tuan muda untuk mengelus bulunya,terus tuan muda tidak lagi menangis"ujar pembantu yang lain.

"Dimana harimau itu sekarang?"tanya Gavin.

"Mari saya antar tuan"ucap pembantu pembersih taman.

Gavin mengikuti pembantu itu pergi,ia melihat jelas kandang besar didepannya,ia tidak menyangka jika taman belakang rumah ini sangat luas,rumah besar aja kalah dengan taman belakang mansion Edric.

Gavin menoleh kesana kemari dirinya seperti berada di kebun binatang sekarang, bagaimana tidak Gavin melihat banyak kandang dengan besi yang menjulang tinggi,entah itu kandang apaan.

Gavin melihat banyak hewan buas didalam kandang, seperti ular,buaya,harimau,singa juga ada,Gavin tak menyangka jika Edric penyuka hewan,disana juga terdapat kucing-kucing lucu,hewan kecil lainnya juga seperti kelinci, hamster, burung,jangan lupakan dengan katak bizer.

Gavin menggelengkan kepalanya melihat katak-katak yang melompat kesana kemari didalam wadah yang cukup besar, bisa-bisanya orang seperti Edric memelihara kodok.

Rwar

"Ya allah, bibi ngagetin"Gavin kaget dengan kedatangan harimau kecil yang berada digendongan pembantu itu.

Gavin bergidik ngeri melihat pembantu itu, pasalnya pembantu itu perempuan bukan lelaki,dengan entengnya dia membawa tubuh harimau kecil itu.

"Tenang saja tuan harimau kecil ini tidak menggigit tuan kok"ucapnya sambil tersenyum.

Gavin membalas senyumannya, mereka berdua masuk kedalam, Gavin mendudukkan dirinya disofa dan Aiden yang berada dipangkuan, pembantu tadi meletakkan harimau kecil itu disamping mereka.

"Unty,buluna lembut"ujar Aiden.

Gavin ingin sekali mengelus bulu lembut harimau itu tapi dirinya tidak punya nyali,jadilah Aiden memegang tangan Gavin dan mendekatkan keharimau kecil, sedikit demi sedikit nyali Gavin bertambah.

Gavin mengelus bulu lembut harimau kecil itu, bibirnya mengembang begitu ia tidak takut lagi dengan harimau kecil yang akan menggigit dirinya,tercetak jelas diwajahnya kalau Gavin begitu senang dengan adanya harimau kecil itu,Aiden juga tidak menangis lagi hanya saja jegukannya masih tetap berlanjut.

Mafia × PsichoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang