27 | Siuman

74 7 0
                                    

"Sayang bangun yuk kamu ga kangen aku hm,ini loh anak kita lucu-lucu, aku udah adzanin mereka, aku juga kasih nama yang kamu suka itu.."kata Edric.

"Sayangnya Ric kok ga bangun sih,ini loh Aden nyariin kamu terus, sayang bangun yuk"

"Alen nda sayang sama Ric lagi ya"

"Sayang...hiks"

Edric lemah kalau soal Dareen istri kecilnya itu,Dareen masih setia tiduran di ranjang rumah sakit, dirinya tidak mau membuka matanya,ini sudah jam 18.44 dan Dareen enggan membuka matanya.

"Mommy bangun,Aden tangen tau"ucap Aiden.

Keluarga Edric dan Dareen sudah kembali lagi kesini,ia juga kasihan melihat Edric,dia belum makan sama sekali setelah Dareen melahirkan anak pertama dan keduanya.

"Ric makan dulu gih biar mom yang jagain,sana kamu cari makan"suruh Emira dan Edric hanya menggelengkan kepalanya.

"Ric makan dulu gue ga mau Lo sakit karena nungguin Dareen,sana makan entar kalau udah kesini lagi"kata Andrian.

"Gue ga mau Yan"balas Edric.

"Ck, seret ae lah ayo"seru Reyhan.

Reyhan langsung menarik kerah Edric dari belakang agar mengikutinya, Andrian dan Heonsyuk juga ikut kemana mereka pergi.

Mereka membawa Edric kekantin rumah sakit agar Edric bisa makan,Andrian memesan makanan untuk Edric makan m, sedangkan ketiganya menunggu.

"Nih makan"kata Andrian sembari meletakkan nasi goreng dan air putih dimeja.

"Ck,gue ga mau makan"balas Edric dan melenggang pergi meninggalkan sahabatnya tapi sebelum itu Heonsyuk sudah menahan lengannya agar tidak pergi kemana-mana.

"Lo harus makan,gue suapin"sarkas Reyhan.

Andrian dan Heonsyuk memegang lengan Edric dan menahan kaki Edric, dengan cepat Reyhan menyuapi Edric,sudah seperti orang gila yang gak mau makan terus sama perawatnya ditahan disuapi agar orang gila itu bisa makan.

Dengan ogah-ogahan Edric menerima suapan itu, Andrian dan Heonsyuk masih setia memegang lengan Edric dan Reyhan terus menyuapi Edric.

...

Tak membutuhkan waktu lama mereka sudah selesai dengan acara makanan Edric mereka juga sudah kembali ke ruangan rawat inap Dareen.

Dareen juga begitu dia masih setia menutup rapat-rapat kedua matanya,tangan Edric terulur untuk mengelus pipi berisi Dareen.

Cup

Satu kecupan singkat mendarat dikening Dareen,Edric meletakkan kepalanya didada Dareen dan tangannya yang setia memegang tangan dingin Dareen.

Perlahan mata indah itu mulai membuka, menyipitkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya.

"Ric.."lirih Dareen.

Edric menatap Dareen tangannya bergerak mengelus pucuk rambut Dareen dengan lembut,bibirnya tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya.

Dareen membalas senyuman Edric, tatapannya beralih ke perutnya yang rata, Dareen membulatkan matanya sempurna kala melihat perutnya sudah rata.

"Loh kok rata,mana anakku Ric, jangan-jangan kamu yang ngambil anakku iya?,ha!"sentak Dareen.

"Eng.."

Plak

Satu geplakan tepat dikepala Edric,siapa lagi kalau bukan Dareen pelakunya,Dareen memotong perkataan Edric dengan geplakannya.

"Mana anakku Ric"tanya Dareen dengan nada tinggi.

"Mereka sudah keluar sayang,dokter yang ngeluarin bukan aku"balas Edric.

Mafia × PsichoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang