"Congress mba"ucap Dareen.
"Makasih Len"balas Sisca.
Hari ini adalah hari yang berbahagia dimana Sisca kakak perempuan satu-satunya berdiri diatas pelaminan dengan seorang lelaki yang terbilang cukup tampan menggandeng tangannya.
Dengan senyuman merekah diwajah mereka membuat semua orang iri,karena kecantikan dan ketampanan mempelai pria maupun wanita itu menambah dua kali lipat.
Sisca memeluk tubuh kecil Dareen dengan sangat erat padahal ditengah-tengah mereka ada bayi imut yang kejepit.
"Aaa uu aaa"ga tau dah omong apaan sibocil.
"Eh sayang maaf..duh Len napa kamu ga bilang kalau kamu lagi gendong Aris"ucap Sisca.
"Hehehe lupa"balas Dareen tak lupa dengan cengirannya.
"Selamat ya kak,semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah"kata Edric.
"Makasih Ric"balas Sisca.
"Aunty celamat yaw,uncle celamat ya,oh ya uncle nda boleh ninggalin aunty again aunty uga ya"kata Aiden.
"Iya Aden, uncle bakal jagain aunty terus"kata Arga dengan senyuman yang tak pernah luntur.
"Yaudah mba aku kesana ya pengen mam manis-manis,aku habisin nda papa kan mas"tanya Dareen.
"Haha iya ga papa,makan yang banyak biar cepet gede"ucap Arga.
"Ish aku ini udah gede ya huft"kesal Dareen.
"Udah ga usah cemberut,tambah jelek tau,nanti Edric ga suka lagi sama kamu"kata Sisca.
"Ish aku nda jelek aku cantik eh maksudnya ganteng"balas Dareen.
"Haha iya-iya"kata Sisca.
"Udah ah ayo Ric Den kita makan cake disana"ucap Dareen sambil menggandeng tangan Aiden.
"Kamu duduk saja disini,aku yang ngambilin"ucap Edric dan dibalas anggukan oleh Dareen.
"Len.."panggil seseorang.
Dareen menoleh ke sumber suara,ia melihat sahabat sekaligus kakaknya yang tengah tersenyum kearahnya,Dareen berdiri dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Gavin yang agak berisi itu.
"Hiks gue kangen lo jing hiks, sorry gue ga bisa hiks nemenin lo pas lahiran hiks sorry pin hiks"ujar Dareen.
"Udah ga usah nangis aku juga kangen kamu,lepasin dulu kek pelukannya anak kamu kasihan kejepit"kata Gavin.
Dareen melepaskan pelukannya ia menatap Gavin tak lupa tangannya mengusap air matanya yang terus keluar.
"Sudah ih,cemen gitu aja nangis"sindir Gavin.
"Gue kangen lo jan hummpp.."ucap Dareen terpotong karena Gavin membungkam mulutnya.
"Ada anak kecil ege"kata Gavin.
Dareen memukuli tangan Gavin agar terlepas,ia menatap Gavin kesal lalu side eye, Dareen duduk kembali kekursinya, Gavin menggelengkan kepalanya melihat tingkah lakunya lalu ia juga ikut duduk disalah satu yang bersebelahan dengan Dareen.
"Dimana Aden sama Ares?"tanya Gavin.
"Ikut Edric ngambil cake,btw anakmu mana?"tanya Dareen.
"Lagi sama Iyan disana"jawab Gavin sambil menunjuk dengan dagunya ke beberapa orang yang berjas hitam dan salah satu dari mereka menggendong seorang bayi lelaki kecil.
"Gimana susah ga jadi ibu?"tanya Gavin.
"Susah sih tapi aku seneng bisa ngerawat mereka,Ric juga gitu setiap malam ia harus bangun jika Aris rewel"kata Dareen.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia × Psicho
RomanceCerita seorang ketua mafia yang mencari seseorang yang sudah lama menghilang yaitu seorang pemuda yang kini hidup sederhana dengan kakaknya, dirinya seorang psikopat yang berdarah dingin sebenernya ia hanya pemuda yang baik tetapi karena kecelakaan...