Epilog

279 6 0
                                        

Hallo gaess apa kabar, ceritanya sudah selesai,aku gak nyangka aja cerita yang aku tulis akhirnya selesai juga, terimakasih buat kalian yang sudah support aku, terimakasih juga para readers yang selalu baca dan ngasih vote. Aku ingin ngucapin banyak-banyak terima kasih kepada kalian semua. Sebagai ucapan terimakasih aku kasih bonchap buat cerita Dareen dan Edric.






Hari demi hari sudah berlalu,Dareen dan Edric sangat bahagia mereka dikaruniai empat orang anak yang sangat menyayanginya. Dareen tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang Tuhan kasih kepadanya. Tuhan memberikan suami yang selalu mencintainya dan anak yang selalu menyayanginya. Dan disinilah mereka tinggal,mereka tinggal dimansion Edric yang mewah dan megah,mansion itu gak bisa di bilang sebagai rumah lagi mansion itu sudah seperti istana yang megah. Dareen juga sadar kalau ini semua hanya titipan mungkin suatu saat nanti ini semua akan diambil oleh sak pemilik dia ikhlas. Meskipun dia akan hidup sederhana tapi kehidupan sederhana itulah yang akan menjadi kebahagiaan tersendiri buat dirinya.

Baiklah kembali lagi ke cerita Dareen,kini Dareen sedang bersama Edric. Edric bermanjaan sama Dareen dikamarnya, anak-anaknya gak tau kemana.

"Sayang kita akan terus kayak ginikan"ucap Dareen.

"Tentu saja, apapun yang terjadi aku terus bersamamu dan anak-anak kita sayang"balas Edric.

Edric tersenyum lalu matanya turun melihat ke bibir tipis yang berwarna pink milik Dareen.

Cupp

Kecupan singkat Edric daratkan dibibir itu,sampai pada akhirnya kecupan itu beralih pada lumatan. Dareen hanya diam tanpa membalas ciuman itu sampai Edric yang kesal karena ciumannya tidak balas dia menggigit bibir bawah Dareen.

"Eungh..."lenguhan Dareen lolos begitu saja ketika dia merasakan sakit diarea bibirnya.

Lidah Edric menerobos masuk kedalam mulut Dareen,lidahnya mengabsen setiap gigi Dareen. Dareen pun membalas ciuman itu, mereka berdua beradu lidah.

"Huaa mommy"

Dareen dan Edric terkejut mendengar suara teriakan dari seseorang. Dareen mendorong Edric kebelakang agar orang itu tidak melihatnya, ternyata dia adalah Elvin. Elvin berlari kearah mommynya dan memeluk mommynya.

"Eh, kenapa sayang?"tanya Dareen.

"Mommy kak Aris ganggu El huaa..."Elvin mengadu ke Dareen sambil menangis.

"Uhm.. udah-udah jangan nangis lagi,El main sama kak Ares aja ya"Dareen menggendong Elvin pergi dari kamarnya,menuju salah satu ruangan yang berada dibawah sedangkan Edric hanya mengekori Dareen dari belakang.

Ceklek

Diruangan itu terdapat Ares dan Aiden tengah duduk selehan di karpet tebal dengan beberapa makanan didepannya,mereka berdua tengah mengobrol.

"Kenapa mom?"tanya Aiden.

"Adek kamu nangis habis diganggu Aris"balas Dareen.

Mafia × PsichoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang