Setelah kejadian kembalinya Dareen dan membuat orang merasa terharu dengan cintanya Edric,kali ini Dareen akan menceritakan semua apa yang telah terjadi dengannya. Dan bagaimana dia bisa bertemu dengan orang tua kandungnya dan siapa orang yang meninggal itu.
Diruang keluarga ada banyak orang disana,Dareen, Edric, orang tua Dareen, orang tua Edric,semua anggota keluarga berkumpul diruang keluarga rumah baru Edric. Yang sekarang ditempati oleh Edric dan Andrian juga istrinya.
"Nak jangan pergi lagi ya, mommy merindukan mu, mommy sangat khawatir karena kamu tidak ditemukan"ucap Emira sambil memeluk Dareen.
Emira sangat sayang kepada menantunya,selama ini dia ikut mencari menantunya yang hilang bersama Kevian.
"Aku tidak akan pergi lagi mom,maaf karena telah membuat mommy khawatir, mommy maafin Alen,Alen sudah membuat semuanya menjadi kacau,Alen menghancurkan semuanya mom"kata Dareen dengan memegang tangan Emira.
"Tidak sayang, kamu tidak menghancurkan semuanya"
"Hiks..ma.."
"Iya sayang"
"Maafin Alen.."
"Iya nak"
"Alen..hisk"sekarang bukan Dareen yang menangis tapi Gavin.
"Maafin Alen ya Apin, terimakasih karena telah menjaga Ric"
Gavin mengangguk dia memeluk Dareen dan Dareen membalas pelukan itu,tapi tak lama,Gavin melepaskan pelukannya. Gavin mengusap air matanya yang keluar dari matanya, tangannya berada di pinggang wajahnya ia buat menjadi marah, seolah-olah dia sedang marah dengan anaknya.
"Ihh nakal.. udah dibilangin jangan pergi-pergian gini kan jadinya,untung aja suamimu ini gak jadi orang gila, kalau dia udah gila beuhh ngeri bos,lu jangan nakal lagi,awas aja kalau pergi lagi aku bakal marahin kamu kalau kamu ketemu nanti,aku bakal marah besar dan gak omong lagi sama kamu,awas ya.."Gavin berkata sambil menjewer telinga Dareen.
"Aduh aduhh,iya mama Apin, lepasin pin.. sakitt"teriak Dareen.
Gavin melepaskannya,Dareen mengusap telinganya itu sambil mengerucutkan bibirnya. Semua orang yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya,kalau udah barengan seperti ini ada aja kelakuan mereka yang diluar Nurul.
"Ishh akit apin"dumel Dareen.
"Biarin,biar insaf kamu itu"Gavin menyentil kepala Dareen, sedangkan Dareen sudah memasang wajah cemberutnya yang imut itu.
"Ingat kalian ini sudah besar sudah punya suami sama anak"kata Jeana.
"Len kamu belum mengatakan siapa orang tuamu yang asli"kata Kevian.
"Pa.."tegur Emira.
Dareen sedikit tersenyum dia melihat papa mertuanya itu lalu melihat kepada ketiga lelaki yang duduk di sofa depannya.
"Mereka adalah kedua orang tuaku yang asli pa,dia bundaku Dicky dan daddyku Albert, seseorang yang berada disamping mereka itu dia adalah kakekku William"
"Terus soal orang tuamu yang meninggal beberapa tahun lalu itu apa?"tanya Andrian.
"Om sebenarnya mereka bukan orang tua kandungku,aku memang dibesarkan olehnya tapi aku tidak tau kalau dia bukan orang tua kandungku yang asli,aku baru tau setelah aku berusia 15 tahun,aku tidak bilang siapa-siapa tentang ini,kakakku sendiri tidak tau tentangku sahabatku Apin juga tidak,aku akan membongkar semua rahasiaku"
"Apa yang kau rahasiakan Alen?"sentak Gavin.
"Maaf Apin.. mbak.."
Dareen menundukkan kepalanya,dia bingung harus berkata bagaimana tentang dirinya ini,tapi dia harus yakin bahwa mereka tidak akan pergi meninggalkannya setelah apa yang Dareen katakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia × Psicho
RomanceCerita seorang ketua mafia yang mencari seseorang yang sudah lama menghilang yaitu seorang pemuda yang kini hidup sederhana dengan kakaknya, dirinya seorang psikopat yang berdarah dingin sebenernya ia hanya pemuda yang baik tetapi karena kecelakaan...
