35 | Kembalinya Dareen

364 14 0
                                        

Dua minggu telah berlalu Edric juga sudah keluar dari rumah sakit tiga hari yang lalu, sejak dua minggu kemarin setelah seorang wanita cantik yang berbicara dengannya dan menyuruhnya untuk menikah kembali Edric menjadi lebih kejam,dia menjadi Edric yang dikenal orang dulu.

Edric menjadi lelaki yang kejam, dingin dan juga bringas seperti ingin memangsa semua orang yang telah mengganggunya.

Kemarin dia hampir saja membunuh orang, jika temannya tidak datang kekantornya kemarin mungkin dia sudah membunuh orang yang telah mengganggunya itu dan itu seorang wanita yang bekerja di perusahaan miliknya.

Wanita itu merayu Edric agar Edric jatuh cinta kepadanya bukan mendapat Edric dia malah mendapat cekikan dari Edric dan tusukan yang mengenai kedua paha miliknya dan beberapa goresan ditubuhnya.

Dan sekarang Edric berada di ruangannya dengan beberapa berkas yang menumpuk dimejanya,dia fokus dengan laptopnya sampai dia tidak merasakan ada seseorang yang sudah duduk didepannya.

"Edric"panggil orang itu.

Edric tidak melihat kearah orang itu dia masih fokus dengan layar laptop didepannya, sedikit melirik pun tidak.

"Apa yang membuatmu datang kemari?"tanya Edric.

"Aku kemari hanya ingin mengajakmu makan siang"

Sudah Edric tebak wanita didepannya ini akan mengajaknya pergi meskipun itu hanya sekedar makan siang ataupun makan malam.

"Edric ayolah bukankah kita harus pdkt dulu sebelum kita menikah agar bisa mengenal satu sama lain"ucapnya lagi dan Edric masih saja terus bersikap dingin kepadanya.

"Edric kau kenapa terus bersikap cuek kepadaku padahal kita akan menikah"

Brak

"Saya yang akan menikah denganmu hah!"Edric yang risih dengannya langsung menggerebak mejanya dan mencekik leher wanita itu.

Wajah wanita itu menjadi biru karena kehilangan nafasnya,wanita itu sudah melemas matanya mulai terpejam.

"Edric apa yang kau lakukan!"teriak seorang lelaki yang datang menghampiri Edric dengan melepaskan genggaman tangannya yang berada dileher wanita itu.

"Edric sudah cukup dia sudah kehilangan nafasnya"

Edric melepaskan cekikannya dia mendudukkan dirinya dikursi sambil memejamkan matanya, sedangkan wanita itu sudah ambruk,lelaki yang masih berdiri mencoba menghubungi seseorang dan terlihat orang itu datang menghampiri wanita yang pingsan itu.

"Mas kamu bawa saja dia kerumah sakit,biar aku yang jagain Edric disini tapi awas aja kamu main-main sama dia"

Beberapa bodyguard masuk kedalam ruangan Edric dan membopong tubuh wanita itu yang pingsan kerumah sakit.

"Edric kau tidak apa-apa?"tanyanya.

"Aku ingin pulang"balas Edric.

"Yasudah kamu bawa Edric pulang, biar aku yang tangani pekerjaannya"

Lelaki itu mengangguk dan membawa Edric pulang kerumahnya,lelaki yang masih berada diruangan Edric itupun bernafas gusar melihat sahabatnya yang menjadi seperti itu.

Edric memang kejam tapi jika sama istri sahabatnya dia akan menjadi anak kecil yang manja,Edric berubah drastis semenjak dia keluar dari rumah sakit.

Kakak iparnya terlihat khawatir dengannya dia selalu mampir kerumahnya untuk menengok keadaannya,orang tua Edric juga begitu, daddynya masih berusaha untuk mendapatkan Dareen kembali tapi semua itu hanya sia-sia Dareen masih saja tidak bisa ditemukan.

Mafia × PsichoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang