Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
꒰ The groove takes it over. ꒱
Netra (e/c) milik gadis bersurai (h/c) yang terbaring itu kini perlahan terbuka. Ia mulai bangun dari posisi berbaringnya, ia menyugar poni miliknya ke belakang dan menghela nafas.
"Rasanya semakin hari semakin lemah.." gumam gadis itu sambil mengepalkan tangannya.
Kalau begini ia tidak akan sanggup melawan Magia Lupus di arc berikutnya lalu ia menyentuh anting yang bertengger di telinga kanannya itu. Ia berdiri dari duduknya lalu menyentuh anting pemberian dari sang nyonya peri.
TAK!
Ia melepas anting clover berhelai empat itu, disusul dengan luapan mana yang merambat ke mana-mana. Gadis itu merasa sesak sendiri saat merasakan mana miliknya.
Dua tahun semenjak ia pergi dari hutan sihir, dan selama itu juga ia tidak pernah berlatih menstabilkan mana miliknya. Merasa dirinya dirambati keraguan yang mendalam, lalu ia menghela nafas dan perlahan tenang, begitu juga dengan aliran mana miliknya.
Ia duduk di ujung kasur dan mulai menutup matanya, senyum kecil ia tarik di bibir manisnya.
"Saa, sepertinya harus mengulang pelajaran Laven-sama."
𖠵🪻𖣺
Gadis dengan surai (h/c) itu berjalan gontai ke ruang mata pelajaran selanjutnya. Kemarin malam ia berlatih latihan dasar yang diberikan oleh Laven pada dirinya saat kecil, 2 tahun berbaur dengan manusia memang membuatnya agak tumpul pada dirinya sendiri.
Gadis itu kemudian mendapati satu ruangan yang pintunya copot, dan ia tahu siapa pelakunya. Ia kemudian mengeluarkan wisdom cane miliknya.
"Wisdom cane, second."
Polearm dengan warna elegan itu meluncur masuk dan membelah boneka yang menahan Mash. Atensi pemuda bernetra ungu pucat kini memperhatikan polearm tersebut.
"Gomennasai, tapi memperlakukan seseorang yang baru kau kenal seperti itu sungguh kasar." ucapan dari suara feminim itu menggema di dalam ruangan temaram itu.
"Terutama yang kau perlakukan seperti itu adalah temanku.."
TEP!
Tubuh gadis yang lebih pendek dari Mash itu berdiri di depannya, sementara tangannya memberi intruksi pada wisdom cane miliknya agar mengangkut Silva di atasnya.
"Jaa, ikou Mash-san." ucap gadis itu disusul oleh senyum kecil.
Mash langsung memapah Silva, sementara sesuatu menahan jubah yang dikenakan oleh gadis bersurai (h/c) di belakangnya. Gadis itu tertawa kecil, lalu melihat ke arah Mash yang menunggunya.