32

2.9K 395 39
                                        

「 The End of The Storm 」

꒰ Badai tuan telah berlalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Badai tuan telah berlalu..

"Judgement Thirds : Themis Inclination!"

Figur patung dewi yunani dengan penutup mata dan timbangan juga sebilah pedang di tangannya muncul di belakang [Name].

Innocent Zero yang merasakan betapa kuatnya tekanan yang diberikan oleh patung tersebut. Tetapi dirinya juga memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.

Bukankah yang gadis itu genggam hanya sebuah pedang yang dikeramatkan?

Yah sayang sekali, plot twist itu tidak pernah ada di kalender.

Pada dasarnya Judgement cane turun temurun dalam wujud pedang, hanya beberapa tetua dari para elf dan para peri yang mengetahui cerita tersendiri bagaimana Judgement cane memutuskan wujud akhirnya.

Apapun sihir yang dimiliki oleh pemegang Judgement cane, hanya beberapa dari mereka yang bisa memanggil sang god of judgement.

Sayang sekali, dunia tetua elf maupun peri tidak pernah terjangkau oleh Innocent Zero.

Termasuk kelahiran [Name].

"Kalau sudah tua bukan kah sebaiknya kau tidur?"

PRANG!

Timez Arrow milik Innocent Zero bertubrukan dengan Final Judgement milik [Name].

"Jaga bicaramu." ancamnya.

Gadis itu mengangkat bahunya dengan acuh, lalu kembali melesat ke arah Innocent Zero. Serangan demi serangan ia lancarkan, selama ini bisa mengundur waktu untuk Mash bangkit dari kubur seperti dirinya.

"INNOCENT ZERO!!"

Teriakan dari sosok npc yang harusnya muncul saat Mash sadar, hal tersebut membuat [Name] menepuk jidat saat npc tersebut mengoceh dan melancarkan serangannya kepada Innocent Zero.

"BODOH! PULANG SANA!" pekik [Name] sembari melempar Wisdom Cane dalam bentuk polearm.

"Hiraukan yang tadi, karena kali ini kau akan fokus padaku." ujar [Name] dengan keringat dingin yang bercucuran.

Dalam hatinya dia mengucap sumpah serapah kepada npc yang seenak jidat mau join war.

Innocent Zero mendengus, ia masih kagum dengan aksi gadis itu yang dengan cekatan menyelamatkan npc yang sedikit lagi akan modyar di tangannya.

"Menarik."

BUAK!! DUAR!!

"Ahk!"

𖠵🪻𖣺

"Kakek peyot sialan.." gumam gadis bersurai (h/c) yang mendorong reruntuhan yang menimpa tubuhnya.

Setelah menyadari keberadaan Mash, Innocent Zero malah melemparnya cukup jauh dari jangkauan mereka.

𝐃𝐄𝐒𝐓𝐈𝐍𝐄𝐃 - 𝐌𝐀𝐒𝐇𝐋𝐄Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang