13

4.5K 640 113
                                        

「 His Affection 」

꒰ He's a gentleman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

He's a gentleman..

   Netra (e/c) miliknya terbuka, nafasnya memburu. Pertemuan tak ramahnya dengan sang roh sihir, Coleus, berakhir bagus namun, caranya mengembalikan gadis itu ke alam sadarnya agak lain.

Gadis itu terduduk dan berusaha mengambil nafas perlahan. Netra (e/c) indah miliknya melihat sekeliling kamarnya, dari balik jendela terlihat bahwa langit sudah menjadi jingga dan senja akan segera tiba.

CEKLEK!

Pintu kamar gadis itu terbuka dan nampaklah seorang pemuda manis memegang nampan berisi bubur dan segelas air. Netra kuning itu bergetar dan dengan cepat ia meletakkan nampan tersebut di atas nakas.

"Selamat sore, Finn–"

KRIET! GREB!

Suara deritan ranjang yang menandakan pertambahan berat pada ranjang milik gadis itu. Finn memeluk erat gadis di depannya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher gadis cantik itu.

"Kukira...kukira kau..."

[Name] yang melihat itu tersenyum maklum, ia ikut bersandar pada pundak pemuda manis di depannya. Jemari lentiknya mengusap pelan surai hitam milik Finn, mencoba menenangkan Ames bungsu yang mendekapnya.

Nafas Finn tertahan saat merasakan seberapa lembut gadis itu kepadanya, bibir bawahnya ia gigit pelan dan mencoba menahan senyumnya.

'Jangan..jangan seperti ini...aku bisa jatuh lebih dalam, [Name]...'

𖠵🪻𖣺

"Dua hari..?!"

[Name] hampir saja menjatuhkan mangkuk berisi bubur hangat buatan Finn karena shock, rasanya dia dan Coleus hanya baku hantam sepuluh sampai lima belas menit, kenapa di sini malah dua hari?!

"Kata perawat kau menggunakan sihir berlebihan.." ucap Finn khawatir.

"Souka...gomenne.." ucap gadis itu dengan senyum canggung lalu menyantap bubur buatan Finn.

"Oishi.." gumam gadis itu.

"Yokatta, aku kira akan aneh.." ucap Finn lega.

Gadis itu terkekeh dan lanjut menyantap bubur tersebut hingga mangkuk yang ia bawa kosong.

"Arigatou, Finn.." ucap gadis itu lalu tersenyum.

"Uhn, dan nanti malam kami akan merayakan yang dua hari lalu..kau mau ikut? T-tapi aku tidak memaksa! Kau masih butuh istirahat kan?" tanya Finn.

"Akan kuusahakan!" balas gadis itu.

Finn membalas dengan senyum manisnya, lalu meninggalkan kamar nomor 208 dengan nampan berisi mangkuk yang sudah kosong.

𝐃𝐄𝐒𝐓𝐈𝐍𝐄𝐃 - 𝐌𝐀𝐒𝐇𝐋𝐄Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang