29

3.3K 443 115
                                        

「 Game of Fate (3) 」

꒰ In the endless night deep in the clouds

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

In the endless night deep in the clouds.

   Tekanan sihir yang berbeda kini kian terasa di dalam kastil, [Name] mengernyitkan dahinya. Ternyata sudah dimulai, Dot menyempurnakan garis ketiganya.

[Name] bertatapan dengan Coleus yang bertengger di bahunya, lalu keduanya mengangguk.

"Maaf menganggu reuni kalian, tapi [Name] harus pergi. Kalian juga sama, urusan ini belum selesai." ujar Coleus yang sudah melepas wujud roh mininya.

Rayne menatap [Name] dan Coleus bergantian, mengerti dengan tatapan Rayne kepada dirinya dan [Name], Coleus hanya menyeringai kecil.

Pantesan [Name] betah sebulan di rumahnya, ternyata yang melatihnya cakep juga—

Maaf nih ya, [Name] ga doyan aki aki, mas ray 🚶‍♀️‍➡️

"Yang dikatakan Coleus benar, kalian berhati-hati lah." ucap gadis itu lalu kedua tangannya ditempatkan di pipi Ames bersaudara.

"Setelah ini selesai, ayo bertemu lagi. Setidaknya saat badai sudah reda.." ucap gadis itu dengan senyum lembut di wajahnya.

Kedua Ames bersaudara itu merasakan firasat yang kurang mengenakkan menjanggal di hati keduanya.

"Kalau begitu, aku duluan!"

Kemudian ia dan Coleus bergegas menuju ke tempat selanjutnya, di tengah perjalanan Coleus melirik gadis di sampingnya.

"Ke mana kita sekarang? Langsung ke anak pertama?" tanyanya.

"Tidak, aku ada tujuan lain!" balas [Name].

Tentu saja ia mau testing beberapa mantra baru dari catalyst milik ibunya. Dan sasaran empuk untuk kelinci percobaannya adalah...

Orter dan Famin.

𖠵🪻𖣺

   Orter bisa merasakan ada tekanan sihir yang samar mulai mendekatinya, sementara dirinya dihadapkan dengan anak kedua dari Innocent Zero, Famin.

Kefokusannya ia alihkan kembali ke dalam pertempurannya dengan pemuda bertopi badut di depannya.

"Oh, dan borgol ini tak akan lepas hingga salah satu dari kita mati. Mari sekarang kita—"

"Kalau begitu, aku tak akan membiarkannya.."

"Sigillum : Dimittis."

CLANG!

Borgol di kedua pergelangan kaki Orter seketika terlepas darinya, reflek Orter menatap pelaku yang baru saja melepaskan borgolnya.

"Bocah.."

SPLICK! SPLICK!

Kini malah tubuh [Name] yang mengeluarkan sebuah kartu, bukan Orter. Ia meringis sedikit, Orter langsung mendekapnya dan memperbaiki letak kacamatanya.

𝐃𝐄𝐒𝐓𝐈𝐍𝐄𝐃 - 𝐌𝐀𝐒𝐇𝐋𝐄Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang