HAPPY READING
Singapura hari ini begitu cerah. Tidak ada hujan seperti hari-hari sebelumnya, begitu cerah seperti senyuman dari gadis yang hari ini genap berusia 16 tahun.
Happy birthday to you~ happy birthday to you~
Lantunan lagu selamat ulang tahun mengalun di pendengaran Rora. Tepat saat dirinya membuka mata karena sinar dari matahari pagi, Rora mendapati kamar inapnya yang telah penuh oleh keluarga serta kekasih dari kakak-kakaknya.
Kamar inapnya pun telah dihias sedemikian rupa, entah kapan mereka melakukannya. Jangan lupakan mereka semua yang memakai topi kerucut di kepala mereka, juga dengan Jungwon dan Canny yang sibuk dengan terompet lidah mereka.
Happy birthday happy birthday~ happy birthday, Rora~
"Selamat ulang tahun, Rora." Seru semuanya, yang mana hal itu berhasil membuat Rora menangis karena terharu.
Jisoo mendekat sembari membawa kue ulang tahun dengan lilin berjejer angka 1 dan 6 di atasnya. Setelah Jaehyun menyalakan api diatasnya, Jisoo segera mendekatkan kue itu pada Rora.
Jisoo tersenyum, "selamat ulang tahun, anak mama. Semoga apa yang kamu harapkan dapat segera terwujud, sayang."
"Terimakasih, mama." Rora mengusap kasar jejak air mata di wajahnya.
"Sekarang, tiup lilinnya. Jangan lupa make a wish, berdoa yang terbaik untukmu." lanjut Jisoo.
Rora mengangguk pelan, lalu ia mulai menggenggam kedua tangannya dan menutup mata.
Semoga keluarga ku bahagia selalu.
Lalu tak lama, Rora kembali membuka matanya. Ia menatap satu-persatu wajah orang-orang di sekitarnya lalu tersenyum, tak lama ia mulai meniup lilin di atas kue hingga padam. Hal itu menimbulkan tepuk tangan riang dari keluarganya.
Jisoo mencium kening Rora cepat, "sekali lagi, happy birthday to you my little girl. I hope you are happy and always be happy forever."
Setelah mengucapkan itu, Jisoo beranjak dari sisi Rora untuk membiarkan anak-anaknya yang lain bergantian.
Pharita mendekat pertama. Sama seperti yang ibunya lakukan, Pharita mencium wajah Rora sebelum mengucapkan selamat.
"Selamat ulang tahun, adik kecil. Terimakasih karena telah berjuang sampai sekarang. Semoga Tuhan selalu melindungi mu di manapun kamu berada." katanya.
Rora tersenyum, lalu mengangguk. "Terimakasih, kak Pharita. Semoga kebaikan kembali padamu."
Asa mulai mendekat setelah Pharita mundur. Gadis itu mulai menciumi seluruh wajah Rora berkali-kali, yang mana hal itu berhasil membuat Rora mengerang.
Asa tertawa kecil, "kamu sangat lucu."
"Kakak!"
Asa menghentikan tawanya, dan mencium kening Rora cukup lama.
"Selamat ulang tahun, Jung Rora, adik kecil ku. Semoga kamu selalu dikelilingi oleh orang-orang baik. Semoga Tuhan selalu menjagamu dari orang-orang yang mencoba berbuat jahat padamu. Aku begitu mencintaimu, adik kecil. Bahagia selalu, di manapun kamu berada."
Rora tersenyum lembut, ia mengecup singkat pipi kiri Asa yang mana hal itu membuat si empu sedikit terkejut.
"Terimakasih, kak Asa. Aku harap, kamu juga dikelilingi oleh orang-orang baik. Aku juga mencintaimu."
Asa rasanya tidak ingin bergantian dengan Rami dan tetap ingin berada di tempat. Tapi itu tidak mungkin, karena Rami di belakangnya mulai menarik-narik kecil baju belakangnya. Mau tak mau, Asa segera mengakhiri interaksi dengan sang adik dan mulai mundur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Différent [✓]
Fiksi Penggemar❝Life is based on differences between two people with different bodies❞ © matchavesper, 2023.
![Différent [✓]](https://img.wattpad.com/cover/357273125-64-k356147.jpg)