"Sunghoon-naa!" Suara teriakan Jay memanggilnya dari arah teras rumah.
"Wae? ( kenapa/ mengapa)" sungguh mereka baru saja memasuki rumah setelah pulang sekolah dan ia baru memasuki kamarnya untuk menggantikan baju.
Jay dengan langkah tergesa-gesa pergi ke kamar Sunghoon.
" Coba lihat dimana kelinci kita berada sekarang." Gelagat Jay menuntut Sunghoon untuk segera melakukan.
" Wae? Apa ada sesuatu hal yang terjadi?" Tidak biasanya Jay sepanik seperti ini sekarang. Sunghoon dengan cepat mengeluarkan handphone dan membuka aplikasi.
" Dia memberitahu ku bahwa akan pulang terlambat, ketika aku berpikir akan menyusulnya dia bersikeras untuk menolak. Lihatlah apakah dia sedang berkencan dengan lelaki lain. Sungguh kita memiliki kelinci kecil yang sangat nakal." Kalimat panjang Jay menjelaskan seberapa kesal dirinya sekarang.
" Apakah dia memberitahumu dimana dia berada?" Sunghoon hanya bertanya untuk memastikan apakah lokasinya sama dengan lokasi yang tertera di headphone nya sekarang.
" Sam hanya berkata dia sedang makan di sebuah restoran." Jay memberitahu kan hal tersebut.
" Benar. Sesuai dengan lokasi sekarang ia sedang berada di sebuah restoran x. Sepertinya restoran ini sangat terkenal akhir-akhir ini." Sunghoon memperlihatkan lokasi Sam di hp nya kepada Jay.
" Yang terpenting apakah dia sendirian atau sedang berkencan dengan seseorang, cepatlah! kita harus melihatnya." Jay sungguh sangat tidak sabar sekarang.
" Sebentar." Terlihat Sunghoon berkutat fokus dengan headphone miliknya.
" Kameranya gelap, lihat?" Menunjukkan layar headphone kepada Jay.
" Sepertinya dia menyimpan headphone di saku bajunya." Lanjut Sunghoon.
" Kalau begitu gunakan perekam suara yang kau pasang di headphone nya juga." Jay memberi usulan.
" Baiklah."
Tanpa beberapa lama Sunghoon mengeraskan speaker headphone miliknya. Terdengar beberapa suara yang keluar.
" Hanya terdengar suara kebisingan restoran. Tempat tersebut pasti sedang ramai pengunjung sekarang." Sunghoon menjelaskan.
" Gunakan kamera saja, sehabis makan pasti dia membuka headphone nya. Ahh.. atau aku menelepon nya saja? Pasti dengan cepat ia membuka headphone." Jay dengan cepat mengambil headphone dan menekan tombol panggil pada nomor Sam.
Sesuai yang di duga layar headphone Sunghoon yang awalnya hitam berubah menjadi wajah cantik adiknya yang sedang memakan Ramyun.
" Lihatlah pipinya hahaha." Sunghoon tertawa melihat pipi gembul milik adiknya yang sedang menguyah makanan.
Jay yang awalnya kesal, setelah melihat wajah adiknya dirinya langsung tersenyum senang.
" Sepertinya Sam benar sedang sendiri Jay-yaa. Berikan sedikit waktu kepada kelinci kita sehingga dia tidak terlalu bosan." Sunghoon tersenyum melihat adiknya terlihat senang memakan makanannya.
Adiknya terlihat senang menikmati waktu sendirian nya.
Setelah menolak panggilan Jay, Sam tanpa sadar menaruh headphone nya di atas meja dan terungkap jelas di kamera bahwa meja tersebut hanya di isi oleh dirinya sendiri.
" Aku tidak masalah jika memang dia sendirian. Aku hanya takut jika dia akan direbut dari kita." Jay menjelaskan kekhawatiran nya.
" Kelinci kita bisa melindungi dirinya sendiri dengan baik, ingatlah dia bahkan membantu Jake saat melawan beberapa berandal setelah sadar beberapa hari dari kecelakaannya." Sunghoon bahkan kaget saat dia tahu bahwa ternyata Sam bisa menggunakan sedikit ilmu bela diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNOO I'M COMING
Fanfiction" Angkatlah pinggul mu lebih tinggi." Plakk!! " Rasakan diriku lebih banyak lagi, maka kau akan segera memahami perasaanku." " Bagaimana cara aku mendambakan mu begitu lama, memimpikan mu setiap malam hanya untuk merasakan hal ini dan berpikir bahw...
