Chapter 14

973 112 2
                                        

Sam sedang bersiap-siap untuk pergi bersama Jake menuntaskan janjinya kemarin.

Didepan cermin ia melihat penampilannya sendiri. Rok hitam selutut baju kaos putih oblong yang ia lapisi dengan jaket jeans berwarna navy.
Di lanjutkan dengan kaos kaki pendek dan sepatu putihnya.

Penampilan nya seperti anak remaja umumnya kan? Tidak berlebihan dan terlihat santai?

Karena ia sekarang memiliki poni jadi ia akan menambah jepitan rambut Cherry untuk membuatnya lebih terlihat feminim.

Okee sempurna.

Sam sangat menyukai rambut nya yang sekarang. Hitam panjang terurai dengan cantik. Semenjak menjadi Jaksa ia harus mematuhi aturan untuk selalu berambut pendek sebahu.

Sekarang ia bisa membuat model rambut sesuka hatinya tanpa harus mematuhi aturan itu lagi.

Melihat jam di tangan nya.
Sudah jam 4. Film akan mulai pada jam 5.

Sepertinya bang Jake sudah menunggu nya sekarang. Tanpa menunggu lagi ia pun mengambil tas nya dan berjalan keluar kamar nya.

" Sam mau pergi kemana?" Suara Sunghoon menginterupsi langkah nya.

" Aku hanya ingin keluar untuk menonton bioskop bersama bang Jake." Melanjutkan langkah untuk keluar rumah.

" Aku ikut. " Sunghoon dengan semangat berdiri dari duduknya.

Sam menghentikan langkahnya dan berbalik.

" Jangan mengikuti ku kali ini, paham?!" Mengangkat tangan yang sudah mengepal erat membentuk sebuah pukulan.

" Aku akan memukul bang Sunghoon jika tidak mendengarkan ku." Nada ancaman itu terdengar.

Sunghoon hanya tersenyum kecil melihat wajah lucu adiknya yang mengancamnya.

" Baiklah. Tetapi berjanjilah agar tidak lewat dari jam 9 mengerti? Jika itu terjadi jangan marah jika aku dan Jay menyusul mu. "

Sam hanya mengangguk menyetujui dan pergi meninggalkan Sunghoon.

Terlihat Sunghoon duduk dan melanjutkan permainan game nya.

Yah tidak apa-apa membebaskan nya sedikit sekarang, toh ia tetap bisa mengawasi adiknya secara diam-diam tanpa ketahuan.

Tidak mungkin ia dan Jay membiarkan adiknya pergi ke kandang singa secara sukarela.

Tentu ada hal yang membuat dirinya tenang membiarkan adiknya pergi dengan mata yang memantau adiknya kapanpun dan di manapun.

Adik nya tersayang.

Ralat......

Sepupunya tersayang.



....




....




.....





Terlihat Jake sudah menunggu dengan duduk dimotor depan rumahnya.

" Maaf bang lama." Ucapnya setelah sampai didepan Jake.

Penampilan Sam sore ini manis sekali, terlihat cocok perpaduan antara poni rata dan jepitan rambut Cherry tersebut.

Gadisnya terlihat cantik untuk kencan pertama mereka.

" Tidak apa-apa, kita masih ada satu jam lagi." Sahutnya sambil melihat jam di tangan nya.

Mengamati penampilan Jake yang mengenakan kaos hitam yang di lapisi jaket kulit cream dan celana panjang hitam dan sepatu putih nya.

Sangat sederhana tapi ntah mengapa jika Jake menggunakan nya itu terlihat elegan dan menawan.

Memang wajah adalah faktor utama dalam pengaruh penampilan.

SUNOO I'M COMINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang