Duduk dimeja makan dan menikmati hidangan yang disediakan, walaupun keluarga penuh dengan kehangatan palsu dengan banyak aturan yang membuatnya terlihat sempurna.
Tetap saja hawa dingin nan canggung dalam keluarga ini sangat terasa dengan jelas diperhatikan dengan seksama.
" Jangan sampai kau membuat masalah karena sebentar lagi pemilihan Gubernur akan dilaksanakan, kau mengerti? " Suara bariton ayahnya terdengar untuk mengakhiri kesunyian ini.
" Kau adalah anak ayah, jadi kau tahu peraturan-peraturan yang harus kau patuhi untuk tidak mencoreng nama baik keluarga kita." Dengan pelan pria yang di panggil ayahnya membersihkan sisa kotoran akibat makanan di pinggir bibirnya dengan sangat elegan kemudian melanjutkan kegiatan menyantap makanannya.
" Aku mengerti ayah." Hanya itu jawaban yang bisa Jake berikan.
" Untuk jurusan mu, ayah sudah memikirkan nya. Kau akan pergi ke tempat Hyung mu di Australia dan berkuliah di tempat yang sama dengan jurusan yang sama. "
Garpu dan pisau yang Jake gunakan seketika berhenti mendengar hal itu dari ayahnya dan kembali bersikap seolah tidak ada terjadi apa-apa.
" Tidak ayah, aku sudah memikirkan jurusan ku sendiri dan aku akan berkuliah disini. "
Seketika mendengar penuturan anaknya, dengan kasar ia meletakkan garpu dan pisau kecil sebagai alat makan malam ini.
" Sejak kapan kau berani melawan ku! Sim Jaeyun!!! "
Kenaikan oktaf suara yang ayahnya keluarkan membuatnya bergetar kecil.
Walaupun pada awalnya takut untuk mengatakannya, Jake tetap berusaha mencoba dengan beberapa kali latihan atau bahkan puluhan kali latihan, ia sudah muak dengan segala aturan yang ayahnya buat.
" Lupakan rencana mu dan menurut lah kepada ayah seperti yang kau lakukan selama ini!! Ini juga demi kebaikanmu!! Kau mengerti?!! " Lanjut ayahnya kemudian pergi meninggalkan nya sendiri di meja makan dengan suasana yang semakin suram.
Padahal baru saja Jake menikmati hobi barunya.
...
Dimana Jake berada sekarang, kepalanya sangat berat dan kusut membuatnya semakin kepusingan. Salah satu gejala stress yang umumnya manusia rasakan ketika beranjak dewasa.
Sungguh Jake sangat muak dengan ayahnya yang terobsesi dengan nama baik, martabat keluarga dan segala haus pujian yang ingin ia terima. Mungkin juga itu alasan ibunya memilih bercerai dan meninggalkan dirinya dan Hyungnya.
Ayahnya mengatur semuanya dari kecil termasuk teman, ia hanya bisa berteman dengan selevel mereka. Keterlaluan bukan, bahkan anak sekecil dirinya harus mengikuti segala aturan nya dan menjadi tidak bisa bertindak seperti anak kecil pada umumnya.
Tidak heran teman nya hanya ada Sunghoon dan Jay kemudian kedua sepupunya Jungwon dan Ni-ki.
Hidupnya bagaikan penjara yang harus di atur oleh ayahnya membuatnya merasa sesak setengah mati tanpa merasa kebebasan.
Ayahnya bilang itu adalah untuk hidupnya di masa depan nanti. Bulshitttt!! Bahhkan ia tidak bisa menentukan masa depannya sendiri bagaimana bisa itu adalah putusan yang membuatnya senang di masa depan nanti.
Semua itu hanya omong kosong untuk tetap patuh dan tunduk kepadanya adalah demi mewujudkan hal yang mereka tidak bisa wujudkan di hidupnya dan menggantikan ia sebagai anaknya harus mewujudkan hal tersebut.
Selalu saja kata ' Demi kebaikanmu demi kebaikanmu' yang muncul. Sampai kapan ayahnya akan berlindung dibalik kata itu?
Dulu ia masih anak kecil sehingga di otaknya hanya ada bersikap baik dengan orang tua dan percaya kepada mereka, sehingga menjadi anak baik menuruti mereka adalah sikap yang seharusnya anak lakukan kepada orang tuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNOO I'M COMING
Fanfiction" Angkatlah pinggul mu lebih tinggi." Plakk!! " Rasakan diriku lebih banyak lagi, maka kau akan segera memahami perasaanku." " Bagaimana cara aku mendambakan mu begitu lama, memimpikan mu setiap malam hanya untuk merasakan hal ini dan berpikir bahw...
