Chapter 39 (S2)

522 37 5
                                        

Tut.... Tut....

Dua orang mahasiswa sedang berada di trotoar jalan kampus dengan wajah panik kentara diwajah mereka.

" Bagaimana?"

Hanya sebuah gelengan kepala yang ia dapatkan sebagai jawaban.

"Nomornya tidak aktif, Jungwon-na." Helaan nafas kasar terdengar berat dari pria yang menelpon sendiri tadi.

" Bagaimana ini, Ni-ki-yaa. Aku sangat merindukannya, ini adalah kesempatan kita. Ketika kita membantunya minum seperti biasa dan bermanja padanya, dia akan meladeni kita karena hutang budi. Ahh... Sial!"

Remasan rambut di kepalanya sendiri, memperlihatkan seberapa frustasinya diri Jungwon sekarang.

Aneh, sangat aneh. Biasanya nomor Sam akan selalu aktif jika mereka menghubunginya, walaupun pada akhirnya telepon mereka tidak akan dijawab,tetapi tetap saja nomor telepon Sam akan selalu bisa mereka hubungi.

Tidak pernah satu kali pun nomor teleponnya tidak aktif, bahkan saat dia sedang sakit sekalipun.

Jika tidak aktif, artinya?

Benar. Ada sesuatu hal yang terjadi.

" Ayo kita kerumahnya." Keputusannya sudah  bulat. Tanpa menunggu, Jungwon langsung berjalan menuju area parkir untuk segera mengunjungi Sammy, sebelum akhirnya suara Ni-ki menghentikan langkahnya.

" Eung. Sunghoon-Hyung? "

Mereka berdua segera berlari menghampiri Sunghoon yang sedang menelpon dan terlihat tergesa-gesa pergi kearah mobil ditempat parkir kampus.

" Sunghoon-Hyung, tunggu!"





...


" Jay, bagaimana? "

" Tadi aku sudah mengunjunginya dan dia masih tertidur pulas, tidak heran dia pasti sangat kelelahan, Sunghoon-na. Apalagi aku dengar dari Hyung, ini pengalaman pertamanya. "

Suara bas terdengar dari ponsel yang dekat dengan telinganya sekarang.

" Hah... Syukurlah... Itu sangat melegakan bahwa Sam belum pernah disentuh oleh pria bermarga Kim-"

Suaranya terputus mendengar suara yang dari jauh memanggil namanya. Sunghoon langsung mematikan panggilannya.

" Ahh... Jungwon-na, Ni-ki-yaa, ada apa?"

" Hyung, Sammy... dimana dia?"
Tanpa basa-basi, Jungwon langsung bertanya dengan wajah yang penuh harapan menatap Sunghoon.

" Ahh.. Sammy? Dia dirumah sekarang, barusan Jay menelpon ku, dia berkata bahwa Sammy sedang sakit. Sehingga dia tidak bisa masuk kelas hari ini." Jelas Sunghoon senatural mungkin. Tetapi sungguh, dia berkata jujur sekarang.

Hanya mulut yang terbuka lucu dengan anggukan kepala yang Sunghoon lihat sebagai reaksi yang Jungwon berikan dan Ni-ki yang mengkerut keningnya heran dan mengajukan ide yang terlihat di otaknya secara blak-blakan.

" Kalau begitu, kami akan menjenguknya sekarang."

" Tidak! kalian tidak bisa menjenguknya."

Jawaban yang diberikan keluar dengan sangat cepat dan suara yang lantang, membuat mereka berdua terkejut.

"Waeyo?" Tanya Jungwon dengan kedua alis yang hampir menyatu dengan ekspresi tidak senang.

"Eum.. kege (itu)..." Wajahnya yang biasanya kaku dan minim eskpresi, sekarang terlihat dengan kening yang mengkerut frustasi dan mata yang tertutup pasrah.

Apa alasan yang tepat untuk membuat kedua temannya ini tidak mengikutinya pulang?

" Aku akan memanggil dokter sekarang, Sam hanya demam dan tidak terlalu parah. Kurasa kalian tidak perlu menjenguknya sekarang. Biarkan dia istirahat hari ini, nee?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SUNOO I'M COMINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang