" Sial... Berat sekali." Pria itu merenggangkan otot lengannya setelah memindahkan kedua sepupu nya ke dalam kamar Ni-ki di tempat Penthouse yang mereka tinggali bersama sekarang.
Jika bukan karena pesan dari nomor Ni-ki dengan tulisan nama Sammy di bawah nya. Jake tidak akan sudi menjemput kedua sepupu nya ini. Lebih baik dia tinggalkan saja mereka di kafe tempat mereka mabuk.
Dengan hati yang berbahagia bahkan sampai mandi saat ingin menjemput mereka, Jake berharap bisa bertemu Sammy dengan kesempatan ini dan berbicara berduaan dengannya.
Tetapi sayangnya ketika dia sudah sampai disana, dia tidak melihat Sammy. Anak-anak lain nya bilang Sam sudah pergi di bawa oleh seorang pria yang tidak terlalu mereka kenal.
" Ahh... Benar. Siapa pria itu? Sam bukan tipe orang yang bisa mengikuti sembarangan orang." Mengambil ponselnya dan menelpon seseorang yang dia pekerjakan.
" Halo, bos? " Sebuah suara bariton sahutan dari ponsel nya.
" Kau menjalankan tugas mu dengan baik kan tadi? "
"Tentu, bos. Aku melakukan tugas ku sesuai perintah mu, aku juga memontret wanita yang bos suruh untuk mengikuti nya kemana pun itu, tapi... anu... tadi dia berciuman dengan seorang pria."
" Apa kau bilang?!" Matanya terbuka lebar, terkejut mendengar perkataan orang suruhannya. Tanpa sadar dia menggebrak keras meja yang di hadapannya di kamar Ni-ki.
" Siapa pria itu?" Terdengar jelas emosi dari setiap kata yang Jake ucapkan.
"Anak dari keluarga Kim, tetapi bos tenang saja... karena tidak berlangsung lama, Park Heeseung tiba-tiba menghampiri mereka dan menarik wanita itu kedalam mobil."
Ahh... Ternyata Heeseung Hyung. Tapi bukankah Hyung berada di Amerika setengah tahun yang lalu? Dia sudah kembali? Tepat pada hari ini? Ini memang mencurigakan atau aku yang terlalu banyak berpikir?
" Tapi ada yang aneh bos... Anak dari keluarga Kim itu tiba-tiba terlihat panik menelpon seseorang dengan suara keras menyuruh mereka dengan cepat menjemput nya. Aku melihatnya dengan yakin bahwa anak itu terlihat sangat gelisah."
Gelisah? Panik? Kenapa? Sam hanya pulang dengan Heeseung bukan penjahat. Ahh... Benar... Heeseung adalah tunangan Sam. Sial! Kenapa dia bisa lupa hal sepenting itu. Benar, Heeseung pasti sedang kesal sekali sekarang. Apa Sammy akan baik-baik saja?
Memikirkan itu membuatnya berjalan di kamarnya mondar mandir panik sambil mengigit kuku jarinya.
" Kau pergi ke keluarga Park sekarang! Dan lihat keadaan wanita itu segera dan telpon aku secepatnya jika sudah kau temukan, mengerti?!" Ponselnya langsung tertutup dan Jake langsung menendang keras pintu kamar Ni-ki yang awalnya terbuka hingga akhirnya tertutup. Suara tendangan keras itu akhirnya membangun Ni-ki yang mabuk.
Jake memperhatikan Ni-ki yang berjalan terhuyung-huyung dengan wajah memerah dan rambut berantakan ke arah pintu yang selalu terkunci di kamarnya tersebut.
Karena penasaran Jake akhirnya mengikuti langkah Ni-ki untuk memasuki ruangan tersebut. Betapa terkejutnya melihat sangat banyak lukisan Sammy dengan berbagai macam pose nakal dan pakaian yang terbilang sangat minim.
" Hah... Gila... " Jake tertawa kecil dan mendengus kasar. Sialan.. apa Sammy seberpengaruh itu kepada mereka.
Jungwon yang banyak menyimpan banyak majalah dewasa yang wajah model tersebut di tempel oleh foto wajah Sammy, atau Ni-ki yang menaruh fantasi seksual nya pada lukisan?
Hah... Sepertinya hanya dia yang terlihat normal disini.
Walaupun dia hanya memiliki obsesi memotret dan menempel banyak foto Sammy di ruangan rahasianya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNOO I'M COMING
Fanfiction" Angkatlah pinggul mu lebih tinggi." Plakk!! " Rasakan diriku lebih banyak lagi, maka kau akan segera memahami perasaanku." " Bagaimana cara aku mendambakan mu begitu lama, memimpikan mu setiap malam hanya untuk merasakan hal ini dan berpikir bahw...
