Kalah

648 63 2
                                        

"Pagi ka Tzuyu."

Tzuyu menanggapi dengan senyum tipisnya saat murid-murid kelas 10 menyapanya.

Hari ini dia berangkat kesiangan dan dua adik durhaka nya itu udah berangkat duluan. Untungnya Tzuyu gak sampai terlambat karena dia berangkat pakai ojek online.

"Tzu, baru dateng?"

"Eh ka Nay, iya nih."

"Yuk ke atas bareng."

Tzuyu dan Nayeon berjalan dalam diam, keduanya sama-sama larut dalam pikirannya masing-masing.

"Duhh San, ini lo kenapa lemes banget sih gue gak kuat nyeret lo."

"Tau lo, tumben banget. Biasanya berangkat duluan buat jemput pacar lo."

"Gue banyak pikiran, semalem gak tidur. Udah deh cepet kalian bopong gue sampe atas."

"Kenapa kita gak naik lift aja sih?"

"Ya kalo lo mau antri silahkan, gue sih mager mending naik tangga."

"Ya masalahnyaa lo minta di bopong gob— ah dahlah ayo cepetan Min."

Mina dan Momo kali ini benar-benar kesal, pagi-pagi Sana malah mempersulit hidup mereka.

Samar-samar Nayeon dan Tzuyu mendengar suara berisik dari MISAMO yang ternyata tepat ada di atas mereka sedang menuju ke lantai 3.

"Nanti istirahat jangan kemana-mana, gue jemput."

"Siap ka Nay."

"Belajar yang rajin ya, jangan cabut lagi." Seperti biasa, Nayeon mengacak-acak rambut Tzuyu sebelum berpisah.

Tzuyu kaget dengan perkataan Nayeon barusan, dari mana Nayeon tau kalo Tzuyu kemaren abis cabut?

*

"Dahyunieee, yuk makan bareng gue bawa bekel."

"Waaah, ka Sana bawa menu apa kali ini?"

Mendengar suara Sana sudah bergema di ruangan kelasnya, Tzuyu memalingkan wajahnya ke jendela. Dia sekarang tau trik Sana.

Jam istirahat pertama Sana pasti ke kelasnya untuk nyamperin Dahyun, tapi saat jam istirahat ke dua Sana pergi ke kantin bareng Miyeon.

Terlihat adil, tapi Tzuyu gak suka.

"Tzu, yuk ke taman."

"Gak ke kantin? Gue gak bawa bekel loh ka."

"Nih gue udah bawain bekel buat kita makan, yuk."

Sana lumayan emosi, dia beneran heran Nayeon pake pelet apa sih sebenernya buat bikin Tzuyu nya luluh.

Nayeon melirik Sana, dia merasa sangat puas. Bodoh kalo Nayeon gak sadar Sana cemburu. Apalagi sekarang tangan Tzuyu ada di genggamannya.

"Sebenernya bukan gue yang bikin sih Tzu, art gue yang nyiapin bento."

"Gakpapa ka, makasih ya udah repot-repot bawain bekel."

"Kalo lo mau gue bisa bawain setiap hari, selamat makan Tzu."

"Selamat makan ka Nay."

Tzuyu tersenyum, rasanya mereka seperti sedang piknik. Hal ini mengingatkan Tzuyu pada keluarganya yang dulu masih lengkap, Papa nya dulu sering mengajak keluarga untuk jalan-jalan dan makan es krim di taman.

Wild [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang