5 Tahun lalu
"Sekali lagi yang."
"Gak mauuu."
"Tinggal sesuap lagi, nanti nasi nya nangis."
Sana cemberut, padahal moodnya untuk makan tuh cuma sedikit aja. Tapi pacarnya terus-terusan nyuapin dia sampe makannya habis.
"Nahh gitu kan pinter."
Tzuyu tersenyum puas melihat Sana yang akhirnya menghabiskan makan siangnya hari ini.
"Lagiannn,"
"Aku udah sembuh ay,"
"Ngapain kamu masih perlakuin aku kayak orang sak—Uhukkk uhukkk."
Dengan sigap Tzuyu langsung memberi pacarnya air minum yang emang dia udah siapin dari di atas meja.
"Di telen dulu baru ngomong, ini malah ngunyah sambil ngomong."
Setelah kejadian itu membuat Tzuyu mati-matian jagain Sana. Bahkan saat Sana butuh pendonor darah, dia dengan cepat mengajukan diri.
Walaupun pada akhirnya Tzuyu gak memenuhi syarat untuk jadi pendonor karna sedang mens.
Akhirnya Minju lah yang mendonorkan darahnya untuk Sana. Bocah itu siap ngelakuin apapun untuk kakak kesayangannya.
"Besok mau jalan-jalan?"
Tzuyu langsung menatap datar pacarnya. "Sumpah yang? Kamu abis ada kejadian kayak gitu loh. Kamu gak takut?"
"Takut dikit. Tapi gakpapa, dulu kan Otousan sering bawa aku ketemuan bahas-bahas yang serem. Malah aku pernah loh ketemu yakuza beneran."
Tzuyu gak kaget, kerjaan Papa Sana memang punya resiko tinggi dan pastinya punya relasi dari berbagai macam kalangan.
"Yaudah tapi jalan ke shopping center aja ya."
"Yess, okee makasih baby." ucap Sana lalu mengecup singkat pipi Tzuyu tepat di lesung pipinya yang menggemaskan.
Padahal disini Tzuyu lah yang sedang berwisata, tapi malah Sana yang selalu gak betah dan pengen jalan-jalan terus.
*
Ting!
Satu pesan masuk di ponsel Sana.
Karna penasaran, Tzuyu melirik sekilas ponsel itu yang ternyata pesan dari Miyeon.
"Anjirlah masih aja ganggu ni orang kocak."
Tzuyu gak membalas ataupun membaca pesan itu. Dia cuma liat nama pengirimnya, karna dia gak mau ganggu privasi yang ada di ponsel Sana.
Kecuali pacarnya sendiri yang menyuruhnya untuk membaca pesan itu, tapi sekarang Sana sedang di kamar mandi.
"Ay aku mens anjir."
Tzuyu hanya bisa menghela nafasnya. "Pantesan moodnya dia gak jelas banget hari ini."
"Aku ke konbini dulu ya."
"Ke?"
"Lawson? Atau sevel lagi mungkin."
"Familymart aja."
"Kamu mau apa sayang?" tanya Tzuyu sambil mengusap lembut kepala Sana.
Dia tau pasti Sana pengen sesuatu karna rekomendasiin dia ke Famima.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wild [COMPLETE]
Fiksi PenggemarMinatozaki Sana dan Chou Tzuyu adalah dua orang popular di sekolah. Di balik kepopularannya, mereka berdua ternyata memiliki rahasia masing-masing yang tidak di ketahui orang lain.
![Wild [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/367127605-64-k153690.jpg)