Jangan ragu ya kalau mau vote dan komen
***
Jam dua siang, aku baru kembali ke kantor dan langsung menghadap Pak Aryo. Dia meminta mencocokkan data yang kudapat di gudang dengan data yang dia kirim melalui email. Minta dibuatkan dalam bentuk grafik dengan excel, termasuk memasukkan data enam bulan lalu sehingga bisa dilihat kecenderungan kenaikan atau penurunan penjualan, jumlah stok di gudang dan omset.
"Jadi dari data dan grafik itu kita bisa lihat kecenderungan kenaikan penjualan setiap bulan selama 6 bulan terakhir dan akan terlihat juga bahan di gudang, overstock atau tidak. Pahamkan maksud saya Yu?"
"Iya Pak." Aku paham maksud Pak Aryo tapi tidak terbayangkan bagaimana mengolah datanya dengan excel sehingga menjadi grafik. Biasanya aku menggunakan excel untuk membuat tabel data dan mendapatkan rata-rata nilai sebuah data. Tapi mengolah data menjadi bentuk grafik dengan excel? Tidak bisa!
Aku kuliah jurusan pendidikan bahasa Inggris, kalau lulus jadi guru bahasa Inggris, tidak ada mata kuliah yang berhubungan dengan hitungan-hitungan apalagi excel. Pengolahan data dengan excel yang aku bisa hanya yang sederhana, membuat tabel, mencari rata-rata dan nilai tengah.
"Seperti ini," Pak Aryo membalikkan layar laptop hingga menghadapku.
Di sana terlihat gambar grafik.
"Ok, laporan saya tunggu sebelum jam 4 ya, kirim melalui email," kata Pak Aryo lalu perhatiannya kembali pada laptop.
Jantungku berdebar cepat, udara terasa panas padahal AC menyala.
"Kok masih berdiri di sini?"
"Eh iya Pak tapi saya tidak bisa mengerjakannya. Maksud saya, saya paham maksud Bapak tapi cara mengerjakannya tidak bisa. Saya kurang paham membuat grafik dengan excel Pak." Pengakuan yang memalukan. Mukamu terasa panas.
"Waduh," Pak Aryo menatap dengan terkejut.
Apa Pak Aryo tidak membaca surat lamaranku, di sana tertulis jelas riwayat pendidikanku. Aku menelan ludah yang terasa pahit. Kurasakan jemari berkeringat. Sangat memalukan di hari pertama kerja malah tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan. Aku pasti nampak terlihat bodoh di mata Pak Aryo. Lihat saja cara Pak Aryo menarik bibir membentuk senyum sinis dan menggeleng-gelengkan kepala. "Coba minta tolong Andini ajarkan. Pelajari soal statistik excel di youtube atau buku, jaman sekarang tidak ada alasan tidak bisa, semua bisa dipelajari di google."
"Baik Pak." Dengan jantung yang masih berdetak kencang aku keluar ruangan Pak Aryo.
Andini terlihat sibuk di depan laptop, tidak enak hati meminta bantuannya tapi jika tidak, aku tidak bisa mengerjakan tugas dari Pak Aryo sama sekali.
"An, lagi sibuk," sapaku basa-basi.
"Biasa aja sih mba."
"Aku mau minta tolong donk."
"Tolong apa?"
"Aku diminta Pak Aryo mengolah data statistik di excel tapi kurang paham caranya."
"Bisa sih tapi bagaimana ya aku lagi mengerjakan ini." Andini menunjuk layar laptop.
"Aku tunggu sampai kamu selesai."
Aku berbalik menuju meja kerja. Sambil menunggu Andini mengerjakan pekerjaannya aku membuka laman google dan memasukkan kata kunci, membuat grafik dengan excel dari sekumpulan data, keluar beberapa artikel dan video youtube, mencoba membaca dan menonton tapi kurang aku pahami. Istilah-istilahnya terasa asing di telinga.
"Mana Mba, datanya," tiba-tiba Andini sudah berdiri di sampingku.
"Eh sebentar." Aku menutup laman google dan membuka data yang dikirim Pak Aryo. Mempersilahkan Andini duduk, menarik kursi sekaligus tangga dari kayu yang biasa kami gunakan untuk menaik turunkan berkas di lemari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Boss
Romanzi rosa / ChickLitCerita dengan genre chicklit, komedi romantis. Romantika working girls, bukan drama cinta ala CEO. Waktu selalu punya cara membuat kejutan tak terduga, terutama dalam hal melibatkan perasaan..... Saat jatuh cinta dalam diam dan diam-diam. Sayangnya...
