SEMBILAN

1.8K 116 18
                                    

9. Hot Man

~Fucking Ferfect, P!nk~

"Don't judge by cover."



_________________________





Malam senin yang menyebalkan.

Sera benar-benar mengutuk dirinya yang masih harus bertahan di situasi memuakkan ini. Duduk di ruang makan bersama Oma Helena dan Hilma—Papahnya. Hal apa coba yang lebih memuakkan daripada ini? Harus makan malam bersama Pria yang jelas-jelas tidak pernah merasa bersalah setelah menghancurkan hidupnya.

Hilma yang duduk di ujung meja makan dan Sera duduk tepat di samping Omanya sendiri, saat pulang tadi lalu ia beristirahat hingga menjelang sore hari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hilma yang duduk di ujung meja makan dan Sera duduk tepat di samping Omanya sendiri, saat pulang tadi lalu ia beristirahat hingga menjelang sore hari. Bi Mawar memberitahu kedatangan Oma Helena saat jam makan malam, dirinya tidak masalah, namun saat ia turun untuk makan bersama wanita berumur senja tersebut. Dirinya justru mendapati Hilma yang juga ikut bergabung makan malam bersama, dirinya tidak tahu kapan kepulangan pria paruh baya itu. Dirinya juga tidak ingin tahu. Memangnya untuk apa?

"Dimakan Sera, bukannya diaduk-aduk gitu. Sejak kapan tata krama makan kamu jadi jelek begini?" Oma Helena menegur tegas. Wanita itu menatap Sera dari balik kaca mata minusnya. "Kamu juga, Hilma! Dimakan makanannya bukan dilihatin saja. Kalian berdua ini sama saja ya! Oma, kesini bukan mau lihat perang dingin kalian."

Baru saja Sera akan membalas Oma Helena sudah lebih dulu mengangkat tangan kanannya, "Oma nggak mau denger apa-apa sekarang! Makan dengan benar, lalu kita bertiga bicara di ruang keluarga. Hargai makanan."

Sera mendengus jengah, menegakkan kembali punggungnya dan mulai menyendokkan nasi beserta lauk ke dalam mulutnya, sesaat tatapannya jatuh pada Hilma yang melemparkan tatapan. Dengan berani Sera mengangkat kedua alisnya, menatap balik Papahnya itu.

"Sera cukup! Makan dan habiskan."

"Hilma juga lihatin aku duluan." Sera membalas tidak mau kalah. Enak saja dirinya disalahkan, salahkan anaknya sendiri dong. Ngapain menatapnya, Sera tidak suka ditatap sama Papahnya itu. Rasanya ia ingin marah-marah lagi.

"Mau Oma buatkan kamu kencan buta lagi?"




******


Walaupun sudah berada di usia senja, Orang-orang tetap bisa merasakan aura intimidasi dari Helena. Wanita tua itu tetap bisa mengeluarkan powernya hanya dari aura dan tatapan matanya. Dengan balutan blezer putih tulang yang di dalamnya terdapat kemeja bunga-bunga, serta anting-anting besar yang Sera yakin harganya dapat membeli satu unit apartment di kawasan Thamrin.

INVISIBLE STRINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang