SEBELAS

1.9K 142 8
                                        


11. Losing Me

~So Far Away, Avenged Sevenfold~

"Never feared for anything."





___________________________








Sera sudah sadar sejak satu jam yang lalu, saat membuka mata pertama kali hanya ada Zoya yang menemani dirinya dengan mata ikut terpejam juga. Bau obat-obatan menyeruak begitu kuat di indera penciumannya, disertai  dengan langit-langit kamar yang berwarna putih polos. Zoya yang terlalu peka akan sekitarnya tidak lama ikut membuka mata juga, kalimat pertama yang gadis itu ucapkan adalah 'Sera, kepala lo gimana? Ada yang sakit?' Yang dijawab Sera dengan gelengan kepala pelan, Sera menyentuh kepalanya yang terdapat perban tipis menutupi luka—Sakit juga ternyata.

"Ser, ini seriusan?" Zoya kembali melirik Sera yang memakan buah apel dengan tenang di atas brankar. Gadis itu akan pulang dari rumah sakit sebentar lagi, tidak ingin menginap atau apapun itu. Dirinya hanya ingin berbenah diri di rumah dan meninggalkan rumah sakit yang berbau obat-obatan itu. Sialannya, Sera merasa sesak karena sadar tidak ada keluarganya disini.

"Serius lah! Lihat kepala gue, nggak aesthetic banget gara-gara manusia Dugong Dugon itu. Sekarang gue yakin, nama gue pasti jelek banget di sekolah karena dia bikin drama yang enggak-enggak!" Sera membalas santai, gadis itu kembali menelan apelnya penuh kenikmatan. Bisa-bisanya tadi Zoya mengkhawatirkan gadis di depannya ini saat mendengar ia pingsan di sekolah, lalu ditujukan ke rumah sakit saat tidak kunjung siuman selama tiga puluh menit lamanya.

"Tapi kalau sampai buat laporan ke polisi kayaknya jangan deh, Ser! Bakalan geger banget nanti," ujar Zoya berusaha meluluhkan kekeras kepalaan Sera yang ingin membuat laporan atas penganiayaan yang ia dapatkan dari Isabella. Gadis itu benar-benar membuat Zoya tidak habis pikir, Zoya juga jadi bertanya-tanya kenapa Sera bisa terluka cukup parah seperti ini. Padahal dirinya tahu sendiri bagaiaman kekuatan Sera saat melawan orang lain.

"Itu yang gue harapkan, biar dia tahu lagi main-main sama siapa." Balas Sera tidak ingin ambil pusing, semua akan beres dengan uang. Publik tidak akan tahu, apalagi jika ia menyuap media untuk tidak mengikut sertakan dirinya dalam pemberitaan. Cukup Isabella saja yang viral, tidak akan sudi ia jika ikutan viral karena hal seperti ini.

"Isabella juga masih di bawah umur, dia baru bisa dikenai hukuman saat berusia delapan belas, Ser! Udahlah balas yang lain aja, nggak usah bawa-bawa polisi. Toilet juga nggak punya CCTV, lo pasti nggak punya bukti buat perkarain Isabella! Ditambah image Isabella yang bagus, dia bisa dengan mudah minta temen-temennya jadi saksi buat bela dia." Sera mendengus tidak suka, gadis itu dengan kemeja putih itu menatap Zoya dengan kesal. "Cuman mengeluarkan pendapat, Ser!" Lanjut Zoya dengan tawa canggung.

"Pendapat lo jelek, gue nggak suka. Pertama, Isabella nggak di bawah umur. Dia itu umurnya udah delapan belas tahun, Isabella tuh udah tua, dia kayaknya emang stupid banget makanya seangkatan sama kita. Ya, walaupun nanti bakalan ke sidang anak, yang penting gue puas. Gue bakalan tuntut dia atas tindakan penganiayaan, dan pencemaran nama baik, dia bakalan dikenain pasal berlapis. Soal bukti lo tenang aja, gue ini peraih peringkat satu di angkatan kita, Zoya! Otak gue jalannya lebih cepet daripada Cheetah," tukas Sera penuh kepuasan. "Saat diajukan nanti, gue bakalan minta untuk divisum. Gue juga punya bukti."

INVISIBLE STRINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang