.
.
.
Kesehatan pak Bisma pun semakin membaik. Pak Bisma sudah bisa berdamai dengan rasa kecewa yang diperbuat Aiden. Aiden dan Alea juga terus menunjukkan keharmonisannya pada ayahnya dan membuat pak Bisma semakin yakin jika pernikahan mereka benar-benar pernikahan yang diharapkan. Ditambah proses partnership juga ekspor yang berjalan lancar semakin membuat pak Bisma semangat untuk tetap sehat.
.
.
.
"Pagi sayang..." Sapa Aiden yang baru saja masuk dari lari pagi dan menghampiri Alea yang tengah sibuk membersihkan sink
"Hei kenapa diam saja." Sahut Aiden lagi dengan mencium pipi Alea kilat.
"Jangan mengganggu, aku sedang sibuk." Kilah Alea.
"Ih jutek sekali sih." Goda Aiden kemudian memeluk istrinya.
"Sayang bisa lepas tidak? Aku belum selesai. Lagi pula kau bau sekali, aku tidak suka baumu." Keluh Alea
"Apa? Tumben sekali kau bilang seperti itu. Bukannya kau paling suka aroma tubuhku? Apa karena aku berkeringat? Biasanya juga kau tak pernah mengeluhkannya." Sahut Aiden sambil menciumi aroma tubuhnya
"Iya sih, tapi kali ini aku tidak suka. Sudah lebih baik kau mandi saja dan segera sarapan." Pinta Alea.
"Iya deh..." Balas Aiden berlalu meninggalkan Alea
"Padahal aku sudah pakai deodorant dan parfum kesukaannya, masa sih bau?" Batin Aiden
Tak berapa lama Aiden telah rapi dengan setelan jasnya dan bersiap ke kantor, tak lupa menyemprotkan parfum kesukaan istrinya.
"Ada apa dengan istriku pagi ini. Dia tidak banyak bicara dan terlihat jutek." Batin Aiden masih merapikan dasinya dan mencoba membuka obrolan pada Alea.
"Sayang bantu aku merapikan dasi dong, biasanya kau cerewet saat aku terlihat tidak rapi." Celetuk Aiden.
Alea pun mendekati Aiden, sedikit berjinjit merapikan dasi suaminya, namun tanpa sedikitpun menatap suaminya, sementara Aiden intens menatap mata Alea.
"Sayang apa kau tidak enak badan? Kau baik-baik saja kan?" Celetuk Aiden lagi dengan meraih dagu Alea.
"Aku baik-baik saja. Tapi entah kenapa 2 hari ini aku merasa tidak suka mencium aromamu dan juga parfumu." Jelas Alea.
"Eh... Kau bosan dengan parfumku? Parfum yang selama ini kau suka. Pantas saja dari kemarin kau mengindar setiap kali kupeluk." Sahut Aiden.
"Maafkan aku suamiku. Aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba seperti ini, padahal tadinya aku sangat suka menciumi tubuhmu." Jelas Alea sedikit kesal.
"Iya tidak apa, nanti aku akan beli parfum baru." Ucap Aiden dengan mengelus pipi Alea dan Aleapun tersenyum.
.
.
Selepas sarapan keduanya memulai aktivitasnya masing-masing. Alea masih bingung dengan dirinya yang tiba-tiba tidak suka berdekatan dengan suaminya
"Kenapa aku jadi begini ya? Saat melihat wajahnya aku tidak tega menghindarinya, namun ada rasa enggan setiap kali Aiden mendekatiku. Hh... Aku tidak suka seperti ini. Maafkan aku suamiku." Gumam Alea membuat Ninis penasaran
"Mbak Alea kenapa melamun?" Selidik Ninis membuat Alea menceritakan pada Ninis apa yang terjadi.
"Hmm... Mbak Alea sadar tidak kapan terakhir mbak Alea haid?" Tanya Ninis yang justru lebih peka daripada Alea.
"Haid? Eh iya ya, rasanya sudah 2 bulan ini aku tidak haid. Apa aku stress karena ayah yang sakit hampir sebulan sehingga mempengaruhi hormon dan mood ku, masa iya sampai moodku berdekatan dengan suami sendiri juga hilang." Ucap Alea heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aiden & Alea
Romance[Warning 21+] Ibarat simbiosis mutualisme, pernikahan itu mereka lakukan demi untuk memajukan bisnis masing-masing. Mereka adalah Aiden dan Alea Akankah cinta tumbuh di antara keduanya? Dan akankah pernikahan mereka menjadi pernikahan yang selalu di...
