Pernikahan

99 6 0
                                        

.
.
.

Hari yang ditunggu Aiden tiba. Pernikahan private yang digelar di salah satu villa keluarga Aiden terlakasana.

Aiden mengkancingkan kemejanya dan segera memakaikan jasnya dibantu perias merapikan rambutnya juga memberikan sedikit bedak tipis di wajahnya

"Apakah Alea sudah siap?" Tanya Aiden pada perias.

"Tentu saja sudah Pak. Anda sudah tidak sabar ya? Anda pasti akan terpesona melihat pengantin Anda." Goda perias

"Kau bisa saja. Kami sudah seminggu ini tidak bertemu. Bisa jadi aku pangling padanya." Balas Aiden berbasa-basi.

"Sudah selesai, Pak Aiden bisa segera. Menuju ruangan akad." Ucap perias.

Sementara di ruangan rias pengantin wanita, Alea telah selesai dirias, dan nampak cantik juga anggun dengan gaun putih panjangnya.

"Wah Mbak Alea cantik sekali, Pak Aiden pasti akan terpesona melihatnya." Puji Ninis

"Ninis... tak usah berlebihan deh... ini bukan yang diharapkannya, begitu juga aku." Bisik Alea

"Siapa tau mbak, nanti Pak Aiden jadi terpikat pesonanya Mbak Alea." Goda Ninis lagi.
.
.
.

Prosesi akad pun dimulai, terdengar suara Aiden dengan lancar mengucapkan akad

"Saya terima nikahnya Alea Chryssa binti Harun dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan set perhiasan emas dibayar tunai."

Seluruh tamu yang menghadiri akad serempak mengucapkan kata "Sah"

Aiden tersenyum lega, meski bukan pernikahan yg diharapkan, namun tetap saja membuat Aiden berdebar, apalagi saat Alea keluar dan menghampirinya, sedikit ada rasa kagum melihat kecantikan Alea dalam balutan gaun warna putih.

"Alea... aku baru menyadari kalau dia secantik ini. Mm.. tidak, aku harus fokus pada rencanaku." Batin Aiden blushing

Alea meraih tangan Aiden untuk dijabat dan dikecupnya. Tanpa aba-aba, Aiden segera mendaratkan kecupan di kening Alea. Benar-benar skenario yang mulus dan sempurna.

"Hei you look so beautifull.." Bisik Aiden di telinga Alea.

"Tak usah gombal. Awas saja jika kau macam-macam setelah ini." Balas Alea berbisik.

"Tenang saja, aku tidak tertarik." Goda Aiden dan Alea pun menginjak kaki Aiden dengan heels nya.

"Hei kau bisa merusak sepatuku." Keluh Aiden.

"Sst.. banyak tamu. Makanya jangan cari masalah denganku." Jelas Alea namun Aiden suka melihat kejengkelan Alea tersebut
.
.
.

Dengan sabar satu persatu, Aiden dan Alea menyalami tamu dan yang datang dan pergi. Hingga di ujung acara diakhiri dengan berdansa.

"Harusnya kita cukup melakukan akad saja tidak perlu berpesta seperti ini." Ucap Alea sambil mengimbangi Aiden berdansa.

"Apa aku harus menjelaskan lagi padamu posisiku jika kita tidak membuat pesta? Inipun sudah sesuai keinginanmu, aku tidak mengundang bayak tamu. Mereka bisa curiga, penasaran dan akan mencari berita kenapa aku tidak membuat pesta pernikahan." Jelas Aiden

"Ya..ya.. aku mengerti." Balas Alea.

Para keluarga memperhatikan sepasang pengantin tersebut, tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya keduanya sedang berdebat, hingga beberapa tamu yang tersisa pun berteriak pada pengantinnya untuk berciuman. Aiden menghentikan gerakannya dan Alea pun menggelangkan kepalanya ke arah tamu. Namun teriakan dan tepukan tangan para tamu semakin semangat mengharapkan adegan Aiden mencium Alea.

Aiden & AleaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang