Teng neng neng teng ~
Tepat pukul jam 7 pagi, alarm yang entah sudah berapa kali mengeluarkan suaranya hanya untuk membangunkan sang pemilik.
"Ping apa kamu tidak ada kelas hari ini? kamu akan boloskah? Baru juga semester 2 udah mau bolos aja... Ping banguuunnn!!" teriak Bunda dari dapur, sembari menyiapkan sarapan untuk anak lucunya itu.
Unnggg~ suara yang Ping keluarkan sembari merentangkan kaki dan tangannya. "Iya Bundaaa udah bangun ini, mau mandiiii"
Brak!
"Mana? Mana bangun? Mau Bunda siram? Bangun cepet, ada Meen di bawah!" Teriak Bunda dengan menggengam sepatula, layaknya akan memukul anaknya karena sulit dibangunkan itu.
"Ya ampun kaget Bunda, iya ini beneran bangun, beneran."
"Ya udah cepet bangun, mandi, siap-siap sarapan, Bunda udah masak nasi goreng udang kesukaan mu."
"Iyaaa Bunda cantik, mending turun temenin Meen sarapan aja, kalau Bunda marah-marah terus nanti Ping gak jadi mandi nih."
"Uuuhh bisa aja kamu tuh, ya udah cepetan." Sembari mencubit ujung hidung Ping.
Tuk Tuk Tuk ...
Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga dengan tempo yang sangat tak beraturan
Bugh!!
Ping terjatuh, Bunda dan Meen hanya menatap dan menghela napas bahwa itu memang hak yang sudah biasa terjadi. Ping hanya tersenyum.
"Pelan-pelan dong, emang gak bosen tiap pagi jatuh mulu?" ucap Bunda mengejek, dan Ping hanya cekikikan.
"Apa lu Meen ikutan ketawa?!"
"Kenapa? Yuk berangkat telat nih, masa baru juga awal semester udah telat aja, mana gedung aku jauh tau."
"Ping gak minta lu jemput ya, lu aja kerajinan."
"Piiinnnggg."
"Lagian Bunda sih!!"
"Ko Bunda?"
"Jadinya mau berangkat gak Ping? atau kamu mau ngejar TJ?"
"Tapi sarapan gimana?"
"Di motor aja. Ya Bun?"
"Yaudah kamu sarapan aja di motor, dibonceng ini"
"Alllahhh Bundaaaa."
"Gak usah ngerengek, Bunda bungkusin dulu."
-------------------Di motor--------------------
"Ping kamu beneran sarapan di motor?"
"Lah iya, kan lu tadi yang bilang, ih gimana sih?"
"Trus Lunaku ke jatuhan nasi dong."
"Ellaaahhh nasi doang."
"Piiinngggg"
"Mau gak, suapin sekalian?"
"Nggak!"
"Ya udah."
Ping! Ping!
Ping segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Mengecek notif dari siapa itu.
Sami-Sami
Ping, cepet dah lu sampe kampus anjir.
Ngakak banget gua sumpah gak kuatT_T
08:17
Belum, ini masih lampu merah.
Apaan nggak? Jangan bikin penasaran Samii!
08:17
Si Bram cepirit anjjirrr trus tainya
Jatoh di depan gedung Ekonomi wkwkwk
Anjinglaaahh
08:17
Bram? Gua lupa, yang mana?
08:17
Yeu itulohhh yang kemarin pas kita
malem-malem sepedaan trus ada cowo
pake kacamata celananya melorot ><
08:18
Oh gua inget!!
08:18
Cepatan lu dateng wkwk
08:18
Ping yang tidak bisa menahan tawanya, membuat bekal yang di genggannya tumpah, berhamburan mengenai celana dan juga Luna, motor hitam cantik milik Meen.
"Meen pelan-pelan, bekel Ping tumpahhh!!"
"Seett tumpaahhh, turun Ping!!"
"Gila lu ya? Udah aahh cepetan, Pin gak mau ketinggalan moment."
"Aduuhhh firasat aku gak enak nih soal bekal mu yang tumpah. Trus kamu ketawa kenapa?"
"Tadi Sami chat gua, ada yang seru di kampus, makanya cepetan."
"Sami? Siapa?"
"Temen?"
"Iyalah, udah buruan ihh."
"Jadi ini buruan apa pelan-pelan?"
"Buruan aja udah buruan, udah terlanjur tumpah."
Meen yang tidak bisa berkata-ata lagi hanya bisa menarik gass motornya agar melaju lebih cepat hingga sampe kampus.
Tidak butuh lama bagi Meen melajukan motornya, kini mereka sudah sampai depan gerbang kampus dan emnuju prkiran motor yang letakya tidak jauh dari gedung Fakultas Ekonomi.
Ping menepuk pundak Meen. "Ping turun sini aja ya, mau langsung ke gedung."
"Ya pegi sih gak apa, tapi helm nya lepas dulu apa Ping?"
Ping hanya tertawa dan melepaskan helem bogo berwarna pink yang penuh dengan sticker lucu itu.
"Ping tunggu!"
Ping menghentikan langkah kakinya, membalikan badan dan mengangkat lis kirinya.
"Tadi kamu chatan sama siapa sampe ketawa gitu?"
"Sama Sami."
"Sami?"
Ping mengangguk dengan yakin, namun terlihat jelas di wajah Meen yang khawatir.
"Tenang saja dia Beta. Kalau begitu Ping pergi dulu, Sami pasti sudah menunggu." Ping melambaikan tangannya, dan berlari meninggalkan Meen yang hanya tersenyum tipis kearahnya.
Meenpun memarkirkan motornya.
"Piiiinnggg, Lunaaa akkuuu bau nasi goreng udaaanggg!!"
--TBC--
KAMU SEDANG MEMBACA
CHILDHOOD | MEENPING
Hayran KurguTadinya disini tuh ada deskripsi tapi gak tau dah yee kayak udeh baca aja lah yaaa... Happy reading aja dari saya. Don't forget to leave your sign, give love to meenping if you like my story woof yuuu 🐼🐺
