09 | Persiapan

585 30 6
                                        


Tepat pukul sepuluh malam, Ping sampai di rumahnya, dia membuka pintu derbang dan berjalan menuju pintu depna rumahnya. Ping melihat ada Meen sedang terduduk lesu dengan wajah yang tak bisa dia artikan.

"Meen? Kok lu ada disini? Eh kak Angel gimana?"

Meen mengangkat wajahnya karena mendengar suara yang dia tunggu datang. Meen berdiri dan menghamiri Ping, kini jarak mereka kurang dari 30 cm.

"Ada apa?" Tanya ping, bingung.

"Apa kamu habis minum?"

"Kecium ya?" ucap Ping sembari mencium baju yang dia kenakan.

"Feromon mu."

"Apa lu nyium feromon gue?" Meen hanya menggelengkan kepalanya.

"Ahhh, lu bikin gue kaget aja." ucap Ping sedikit lega. "Kak Angel gimana?"

"Sudah di rumah." Ping mengangguk.

"Oh iya, kok lu nunggu di depan, gak masuk? mana lampunya mati pun. Lu gak amnggil Bunda?"

"Kata Kak Luna, Bunda ke rumah nenek, nenek sakit. Kak Luna gak akan pulang untuk beberapa hari, masih ada penelitian katanya. Mereka semua terutama aku sudha coba menghubungimu beberapa kali tapi gak bisa."

"Hehehe, maaf, mati hpnya." ucap Ping sembari tersenyum menampilkan barisan giginya.

"Ya udah kalau gitu, aku pulang dulu, masuklah udara semakin dingin."

"bentar Meen, btw, mobil Kak Max lu simpen mana, kok gue gak liat?"

"Tadi pas Kak Luna telpon karena kamu gak bisa dihubungi, aku sempet kesini pake mobil itu, tapi kamu belum pulang, aku cari-tapi gak tau kamu dimana dan berujung balik lagi ke kampus, ya udah ku jemput Luna sekalian." jelas meen sembari menunjuk meotor cantiknya yang terparkir di depan.

"Maaf yaaa, hari ini gue banyak ngerepotin lu." 

"Biasa aja, gue gak masalah kok, masuk gih, ntar masuk angin." ucap Meen sembari mengusap surai rambut Ping dengan halus.

Ping mengangguk dan masuk ke dalam, Meen pun berjalan keluar dan pulang ke rumahnya.


----------


Dahi Sam berkerut seperti dasi anak SD baru selesai latihan pramuka. Mencoba mencari cara lain agar pentas yang sudah teman-temannya rencanakan berjalan dengan lancar. Ping yang melihat dari kejauhan raut wajah temannya itupun menghampiri sembari membawa dua botol minuman dingin.

"Kenapa lu Sam?" tanya Ping sembari menyodorkan salah satu botol minum itu.

"Aktor yang nanti meranin buat tampil sakit lagi anjir, trus si aktrisnya juga masa heat lagi, aduh gue pusing banget lagi Ping, mana acaranya tinggal seminggu. Masa iya gak jadi nampilin buat penutupan." jelas sam dengan nada sedih.

"Lah lu bukannya anggota klub dance ya? ko mikirin ini?" tanya Ping dengan nada polosnya.

"Lo lupa apa gimana? klub dance sama teater tahun ini kerja sama mau buat pentas seni teater kayak drama musikal gitu. Dan yang pusing sebenrnya bukan cuman gue tapi semuanya."

"Ahhh, lu udah coba cari penggantinya?"

"Udahlah anjir, tapi gak tau deh kenapa gak ada yang cocok, trus anak teater sendiri aja bingung." 

Jujur Ping juga bingung-tapi dia sangat ingin membantu temannya. Ping terdiam cukup lama.

"Lo butuh yang kayak gimana sih?"

CHILDHOOD | MEENPINGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang