Pagi itu, sinar matahari mulai menyelinap lembut ke dalam kamar melalui tirai jendela yang setengah terbuka. Meen membuka matanya perlahan, ternyata sejak semalam Ping tertidur dalam dekapnya, ntah apa yang merasuki Meen, dia mengecup pucuk rambut coklat Ping. Ya Tuhan.... monolognya.
Dengan lembut Meen memindahkan tubuh Ping agar dirinya bisa bangun, dan menyiapkan sarapan sebelum mereka berdua pulang. Namun tak disangka itu membuat teman kecilnya terbangun.
"Ungg... Lu mau pergi kemana?" tanya Ping dengan suara sedikit serak.
"O-oh maaf apakah aku membuatmu terbangun?"
"Ung.. tidak," Ping menggelengkan kepalanya, "Gue udah bangun dari tadi kok, cuman males aja. Nyaman soalnya hehe."
Kata nyaman sekali lagi berhasil membuat wajah Meen tersipu. Untung saja kini posisinya Ping sudah tidak mendekap padanya, bahaya jika Ping bisa mendengar suara detak jantungnya.
"Terserah... bangunlah, aku akan membuatkan mu sarapan."
"Lu mau buat apa?"
"Ada beberapa sayuran yang Ibu itu berikan pada kita kemarin, mungkin aku akan membuat sup."
"Okeh, boleh gak gue tidur sebentar lagi?"
Meen hanya mengangguk, dan meninggalkan Ping di kamar sendirian.
"Rasanya gue gak mau balik. Oh iyaahh buset gue udah gak cek hp, ntar banyak yang nanyain gue lagi."
Ping meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja tepat di samping tempat tidur. Banyak pesan yang tak terjawab, lumayan cukup banyak sebetulnya, meskipun 80% adalah pesan dari temanya Sam.
"Hallo Sam."
"PING?? LU MASIH HIDUP KAN? LU GAK PAPA? HEAT LU GIMANA? ANJIRRLAAHHH GUA PANIK? SEBENERNYA HAMPIR SEISI KAMPUS PANIK. GILA LU YA, LAGI HETA BERANI-BERANINYA KE KAMPUS. TRUS SEKARANG LU GIMANA? DIMANA? SOALNYA GUA SAMPERIN RUMAH LU, LU KAGAK ADA. KAGAK ADA SIAPA-SIAPA LEBIH TEPATNYA. GUA SAMA ANAK-ANAK KLUB MEMASAK LU KHAWATIR ANJIIRRR," celoteh Sam tanpa henti. "Ping? Oyy?"
"Sam?"
"Iyee gua disini!"
"LU BISA GAK SIH BIASA AJA, GUA CUMAN HALLO DOANG, DNA LU NGSAPAM DENGAN PERTANYAAN BEJIBUM???!! SATU-SATU ELLAAHHH."
"hehehe, khawatir gue."
"Don't hehehe me."
"jadi?"
"Pertama gue aman, gue sehat, encok doang. Kedua kayaknya gue kena cacar air. Ketiga hari ini gua balik, tapi kayaknya ke lab dulu ketemu kakak gue. dan keempat maksudlu heat apaan?"
"Cacar air? ngapa jadi cacar air dah lu?"
"Yah lu kagak percaya..."
Ping Sent a picture
"Anyiiingggg!!!" kaget Sam tersedak
"Apah si lu? Baru liat orang kena cacar air kah?"
"Lu yang bener aja, mana ada cacar air modelannya begitu?"
"Lah terus ini apaan?"
"LU TUH KEMARIN HEAT YA TOLOL, PLIS DEH. BALIGH!!! LU UDAH MASUK FASE DIMANA LU TUH..."
"Ohhh..." ucap Ping memotong
"Ih anying oh doang lagi."
----------
Kini Ping dan Meen berada di Lab salah satu rumah sakit besar tempat dimana Kak Luna bekerja. Mereka menunggu hasil test Ping hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHILDHOOD | MEENPING
FanficTadinya disini tuh ada deskripsi tapi gak tau dah yee kayak udeh baca aja lah yaaa... Happy reading aja dari saya. Don't forget to leave your sign, give love to meenping if you like my story woof yuuu 🐼🐺
