06 | Menghindar

756 43 5
                                        

Ping membuka matanya pada pagi yang cerah. Cahaya mentari perlahan menyusup masuk dari balik tirai jendela kamarnya yang setengah terbuka. Dengan menggosok-gosok mata, ia melihat jam di samping tempat tidurnya menunjukkan pukul enam pagi. Waktunya untuk bersiap-siap pergi ke kampus.

Ping bangun dari tempat tidur dengan malas seperti biasa. Hari ini rasanya dia malas untuk pergi ke kampus. Dia berjalan dengan nyawa yang masih tertinggal di kasur, menuju ke kamar mandi untuk mandi pagi dan menggosok gigi. Setelah itu, ia kembali ke kamarnya, mengenakan pakaian yang sudah dipersiapkan semalam dan menyisir rambutnya dengan cepat.

Di ruang makan, Bunda sudah menyiapkan sarapan sederhana berupa nasi goreng dan segelas susu hangat. "Ohoooo udah ganteng anak Bunda" sapa ibunya dengan senyum hangat.

"Baru sadar ya anaknya ganteng?" jawab Ping sambil tersenyum. Dia langsung duduk di meja makan dan mulai menyantap sarapan dengan lahap. 

"Eh mau bareng sama gue gak, Ping? sekalian berangkat?" Tawar Kak Luna.

"Gak deh, males, mending naik TJ aja."

"Idihhh sombhoong amat."

----------

Ping berjalan kaki ke halte TransJakarta yang tidak jauh dari rumahnya. Di perjalanan ke halte, ia mengecek ponselnya untuk melihat jadwal bus TransJakarta berikutnya. Saat sampai di halte, bus TransJakarta sudah menunggu. Ping naik ke dalam bus, membayar tiket, dan mencari tempat duduk yang nyaman.

Perjalanan ke kampus memakan waktu sekitar hapir 60 menit, kalau naik motor bareng Meen paling 30 menit. Ping memanfaatkan waktu di dalam bus untuk tidur sesekali memainkan hp-nya. Ketika bus tiba di halte dekat kampusnya, Ping turun dengan cepat dan berjalan menuju gedung kuliah.

Semakin melangkah semakin berat, rasanya ingin sekali dia pulang dan tak masuk kelas hari ini. Mengingat kejadian malam itu, semoga saja tidak berpapasan dengan Kak Maxky fikirnya. Melirik ke kanan dan ke kiri, sesekali bersembunyi di pepohonan, pilar gedung, bahkan punggung orang lain.

Ting Ning Ning Ning~

Suara nada dering ponselnya berhasil membuat Ping terkejut.

"Apa sih Sam? Bikin kaget aja lu!!" kesal Ping.

"Eh lu lagian ngapain masuk kampus ngendap-ngendap? mau maling lu?"

Ping yang mendengar ucapan Sam, seketika celingak-celinguk mencari dimana Sami berada.

"Kagak usah nyariin gua, gua di kelas, gak keliatan sama mata lu."

"Lah lu di kelas tapi malah nelpon gue?"

"Yeuuu emang kalau kelas pagi tuh mulainya jam 8, ini masih jam 7 lewat 45 menit."

"Ahh iya kah?"

"Iya kah?! buseett, ngapain sih lu bukannya masuk kelas!"

"Anuu, Sam.."

"Apeh?"

"Gua join kelas lu ya hari ini?"

"Lah ngapa?"

"Males, gedung gua jauh."

"Jauhan gedung tenik ya, gedung kita sebelahan."

"Ayollahh Sam, beda 10 langkah juga itu jauh."

"Kenapa si? Lu kayak yang lagi menghindari sesuatu? Lu abis berbuat dosa yaa?"

"So tau luu!!"

"iihh ya udah sih."

"Saammm..."

"Hadeuhhh ntar kalau Meen Meen lo tau, ntar gua lagi yang kena."

CHILDHOOD | MEENPINGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang