prolog.

5.9K 271 25
                                        


Happy reading
and enjoy the story.

...

" Lo orang yang paling deket sama gue sha, tega Lo ya,"

"trus gue harus ngelakuin apa flora? gue mendam cinta gue gitu aja demi Lo? Lo pernah mikir perasaan gue selama ini gak? Lo pernah nanya gue suka sama dia apa nggak? Lo gak pernah nanya,"

...

" gue cuma gak mau Lo dalam masalah Ra, karena Lo gak tau se brengsek apa zean,"

"wow, sejak kapan Lo se peduli itu sama gue?"

...

" Lo masih suka langit Deva? "

"gue cuma suka langit saat era sama Lo,"

...

" kamu terlalu obsesi dengan first love kamu, sampai kamu lupa ada seseorang yang rela tersakiti setiap hari cuma mau liat kamu bahagia,"

"kamu masih se obsesi itu sama dia kan? aku bakal bantu supaya kalian deket lagi,"

" maaf karena udah hadir di dalam hidup kamu."

...

"Lo gak bosen mau bunuh diri mulu? gak takut jadi bahan bakar api neraka?"

"Lo gak bosen mau bunuh diri mulu? gak takut jadi bahan bakar api neraka?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dalam keheningan malam. cahaya remang-remang lampu jalanan di kejauhan menjadi satu-satunya teman setianya.

Dia Flora nesya syafiqa. Sebuah nama yang mengingatkan pada  bunga-bunga yang bermekaran indah pada musim semi. Namun bagi kehidupan flora, nama itu tak seindah dunia yang sedang ia jalani saat ini.

“ Papa mau nikah lagi.” 

“ Gue bahkan udah gak peduli sama keluarga ini, termasuk Lo.”

“Gue gak ngerebut apapun dari Lo, kalo zean maunya gue, Lo bisa apa?!”

“ Gak ada yang perlu di jelasin Ra… Gue suka sama Marsha dan itu udah jelas,”

Kata-kata itu kembali menghantui pikirannya. Tak disangka, orang-orang yang dulu menjadi rumah baginya, kini menjadi penyebab dirinya berdiri di atas jembatan besar ini.

Angin malam bertiup kencang, menelisik masuk ke dalam kulitnya.  Dinginnya sampai membuat tubuhnya bergetar, namun seolah semua rasa sudah habis, dirinya sama sekali tidak peduli dengan itu.

Tanpa sadar, kakinya melangkah naik ke atas pembatas jembatan, kepalanya ia condongkan, menatap air laut yang kelihatan dalam dan gelap.

Dengan ragu, flora mulai  mengambil ancang-ancang, bersiap untung tenggelam ke dasar lautan. 

Namun sebelum tubuhnya sempat merasakan dinginnya air laut, suara seorang pria di belakangnya membuat ia menghentikan aksinya.

"Mau bunuh diri lagi?" 

DUNIA FLORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang