Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau.
Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati,"
Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotin...
"Woy!!!" Teriakan seorang gadis di ujung sana menggema, membuat suasana riuh di koridor mendadak hening.
Empat orang pria yang sedang asyik membully Josua menoleh serempak.
Terlihat di ujung sana, seorang gadis Batak dengan wajah penuh amarah berjalan tegas ke arah mereka, seolah siap membinasakan mereka kapanpun.
" Kalian masih berani bully dia gue pastiin besok kalian pulang tanpa kepala," ancam Olla, suaranya penuh penekanan.
Tiga orang pria selain Josua langsung saling bertukar pandang.
" Cabut, gue masih pengen nikah, " gumam salah satu pria itu dan lari begitu saja, kemudian di susul oleh dua orang pria yang masih berdiri di hadapan Olla.
Bukan karena apa mereka takut pada Olla. Gadis itu adalah atlet karate nomor satu di SMA aksara bagaimana mungkin mereka tidak takut ketika mendengar ancaman dari gadis itu.
" PERGI JAUH-JAUH HAMA, GUE PASTIIN KALIAN BAKAL MATI DI TANGAN GUE KALO KALIAN GANGGU DIA," teriak Olla, membuat koridor yang biasanya ramai mendadak hening. Suara Olla mampu mengundang tatapan dari beberapa siswa yang berjalan di sekitar koridor.
"Apa kau?!" bentak Olla membuat mereka langsung mengalihkan pandangan ke arah lain.
Josua yang masih bersandar di dinding perlahan menatap Olla yang ada di hadapannya.
" M-makasih, laa," ucap Josua. Wajahnya memerah, entah karena takut pada gadis itu atau karena malu.
Olla melipat ke dua tangannya, menatap pria itu dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" Ini yang mau ngelindungin gue?" tanya Olla menatap pria itu dengan tatapan remeh. Josua langsung menunduk, merasa apa yang ia katakan pada Olla beberapa hari yang lalu adalah sebuah kesalahan fatal.
" Not my type," gumam Olla yang masih di dengar jelas oleh Josua.
Tanpa sadar Josua menelan ludahnya kasar. Kata-kata Olla barusan membuat ia sadar bahwa ia memang tak pantas berada di samping gadis itu. Namun di saat bersamaan, ia kembali teringat kata-kata sahabatnya.
"Gue bakal berubah," ujar Josua, kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.
Olla sempat tak percaya mendengar ucapan Josua barusan. Baru kali ini, ada seorang laki-laki yang berani menjawab ucapannya, bahkan mendengar nama Olla saja sudah membuat siswa-siswi SMA aksara ketakutan. Namun gadis Batak itu kembali menatap Josua dengan tatapan remeh.
" Berubah jadi apa? Jadi Spongebob?"
Josua terdiam.
" Type gue tuh kayak kai Exo,"
Olla memajukan wajahnya mendekat kepada Josua, membuat jarak antara keduanya hanya beberapa senti. Josua terdiam, jantungnya berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.