Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau.
Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati,"
Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotin...
Jam hampir menunjukkan pukul 11 malam, Daniel duduk di kursi kerjanya seraya menggenggam erat ponsel yang ada di tangannya.
" BAJINGAN!!! SAYA BAYAR KALIAN UNTUK APA, HAH?! BAGAIMANA MUNGKIN BOCAH SIALAN ITU MENYEBARKAN DATA RAHASIA KITA?!" suara Daniel menggelegar penuh emosi, bahkan suhu AC di ruang kerjanya tak mampu untuk mendinginkan kepalanya.
Di seberang telpon suara seorang karyawan bergetar.
" Pak, kami juga tidak tahu kenapa dokumen itu bisa tersebar. Kami sudah mengunci semua data penting-"
" Halah, banyak omong!"
Daniel menyambar vas bunga yang ada di meja kerjanya lalu melemparkannya ke dinding. Pecahan kaca berhamburan di lantai. Napasnya memburu menahan amarah yang semakin meledak.
" Sekarang halaman depan kantor di penuhi media! Anda tahu berapa banyak kontrak yang batal hari ini?!"
Karyawan di seberang sana lebih memilih diam. Ia tahu membela dirinya di saat seperti ini hanya akan memperburuk keadaan, Daniel tak akan mau mendengarkan.
Daniel memijat pelipisnya, mencoba meredam amarah yang membara, namun sia-sia. Satu nama yang terus memenuhi kepalanya malam ini adalah "Fabian" bagaimana mungkin bocah berusia 18 tahun menghancurkan semuanya hanya dalam waktu semalam?
Untuk kesekian kalinya Daniel mengatur napas.
" Salsa, jika masalah ini tidak di tangani secepat mungkin perusahaan saya bisa bangkrut! Suruh Ellay mempercepat pelacakan Fabian, saya ingin dia diam selamanya!"
" Pak, jangan terlalu gegabah-"
" Saya tidak butuh nasehat! Lakukan perintah saya!" Daniel memutuskan sambungan telpon sepihak.
Tatapannya beralih ke layar tv besar yang ada di hadapannya.
"PT KHASANAH BUMI NASIONAL TERBUKTI MELAKUKAN KECURANGAN!"
Daniel menggeram kesal, ia langsung mematikan TV. Ternyata berita itu tersebar lebih cepat dari yang ia duga.
Pria paruh baya itu kemudian membuka ponselnya mencari berita lain tentang perusahaannya, namun yang ia temukan justru semakin membuat ia terkejut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tubuh Daniel menegang, jemarinya menggenggam erat ponselnya. Fabian benar-benar membuktikan semua ancamannya. Mulai dari kecurangan perusahan sampai kasus gracio di tahun lalu, dan setiap bukti yang terungkap mengarah padanya.