Happy reading
and enjoy the story
•
•
•
•
Flora duduk diam di sebelah Siska, sementara di hadapan mereka ada Daniel yang masih sibuk memainkan ponselnya, wajahnya yang tegas memancarkan aura dingin dan mencekam membuat flora tak berani menatap wajahnya. Semenjak Daniel masuk ke dalam rumah sederhana itu, sama sekali tidak ada percakapan antara mereka bertiga.
" Flora," panggil Daniel tiba-tiba.
Gadis itu menaikkan pandangannya, memberanikan diri menatap langsung wajah Daniel.
" Masalah apalagi yang kamu buat sama Marsha?" tanya Daniel.
Flora mengernyit, jantungnya mencelos mendengar ucapan Daniel. Lagi-lagi gadis ular itu menjadi sumber masalah dalam hidupnya.
"Bukannya papa udah larang kamu buat nyari masalah terus? Kenapa masih haa?!"
nada suara pria paruh baya itu meninggi, rahangnya mengeras menahan amarah.
Flora menatap tak percaya ke arah Daniel, apalagi yang di adukan oleh Marsha sehingga membuat Daniel murka.
" Flora gak pernah cari masalah sama siapapun, " ucap gadis itu mencoba untuk membela dirinya, tapi tatapan Daniel menunjukan bahwa dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan flora.
" Jangan boong!"
Flora berdecak keras.
"Flora gak pernah boong!" bentaknya tak sadar.
" Flora gak pernah sekalipun boong sama papa dan papa pasti tau itu,"
Daniel terdiam, ia menatap gadis itu dengan tatapan dingin.
Flora menghela napas lelah. Ia sadar, tidak ada gunanya menjelaskan pada Daniel karena sampai kapanpun pria paruh baya itu tak akan pernah percaya dengan ucapannya.
" Ngadu apalagi setan itu sama papa?"
" Jaga bicara kamu flora!" hardik Daniel.
Flora mendengus geli, menatap wajah Daniel dengan berani, sementara di sampingnya Siska mencoba untuk menenangkan flora namun sepertinya hanya sia-sia.
" Kalo hadiahnya keluarga kita balik lagi, flora bakal jaga bicara,"
Daniel menggebrak meja membuat Siska terlonjak kaget, sementara flora hanya diam menyaksikan perbuatan Daniel, bahkan kedua matanya tak berkedip sedikitpun ketika suara dentuman keras itu menggema di seluruh ruangan.
" Daniel, sudah!" tegur Siska.
Tapi Daniel seolah tuli, ia sama sekali tidak peduli dengan teguran Siska.
" Kurang ajar," geram Daniel.
" INI HASIL DIDIKAN MAMA KAMU?!"
Flora tersenyum miring, tatapannya menatap lurus ke arah ayahnya yang dulu sangat ia hormati, sekarang tidak lagi.
" Ralat!" ucap flora pelan, membuat Daniel menaikkan sebelah alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA FLORA
Fiksi RemajaGue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotin...
