Happy reading
and enjoy the story.
•
•
•
•
Langkah ketiga gadis itu terhenti di depan parkiran begitu melihat Fabian yang duduk santai di atas motor Astrea miliknya. Senyuman Fabian mengembang ke arah mereka, membuat Flora mendengus kesal.
"Ck," decak flora gadis itu menghela napas pelan. Jika saja yang menunggunya di sini adalah Zean, ia pasti akan dengan senang hati naik ke boncengan pria itu. Tapi ini Fabian sosok yang paling tidak ingin ia temui, apalagi berharap hadir dalam hidupnya.
"Di liat-liat kalian cocok juga," celetuk Olla tiba-tiba, matanya tak lepas memandang Fabian.
Flora melirik tajam ke arah sahabatnya. "Gue setuju lo pacaran sama dia," tambah Olla dengan nada menggoda membuat flora memutar bola matanya.
"Stres," sindirnya datar, lalu melangkah mendekati Fabian. Tanpa aba-aba, Olla dan Oniel langsung mengekori langkahnya.
"Ngapain lo nunggu gue?" tanya Flora begitu sampai di depan Fabian.
Bukannya menjawab, Fabian malah turun dari motornya dan langsung memasangkan helm di kepala Flora. Sikap itu membuat Flora menggeram kesal.
"Ayo pulang," ucap Fabian santai sambil kembali duduk di atas motornya.
"Keren juga lo, Met," ujar Olla tiba-tiba. Fabian menoleh, menatap gadis itu dengan alis terangkat.
"Kenapa? Lo suka juga sama gue?" tanyanya dengan nada percaya diri.
Mata Olla membulat. "Dih, amit-amit gue suka sama lo!"
"Yaelah, bilang aja lo naksir," balas Fabian santai.
Flora mendesah frustrasi. "Gue mau pulang sendiri," ucapnya ketus.
Tatapan Fabian kini beralih menatap flora. Pria itu menatap flora lekat-lekat.
" Kita pulang sama-sama," tekankan Fabian.
Flora masih ingin protes namun ia urungkan karena tangan besar Fabian yang kini sudah mendarat di depan bibirnya membuat mulutnya bungkam.
" Husttt!"
"Jangan rewel, sayang. Anak kita udah nunggu di rumah," lanjutnya sambil menyeringai jahil.
Flora menepis tangan Fabian yang menutupi mulutnya.
"Anak ndasmu!" kesal Flora, Gadis itu memutar bola matanya kesal. Melihat Fabian yang masih setia menunggu dirinya membuat ia pada akhirnya naik juga ke atas motor Astrea itu.
"Lah, terus kita pulang pakai apa?" keluh Olla, merasa diabaikan.
"Naik anjing aja Lo, naik anjing juga enak," ledek Fabian sambil menghidupkan motor.
"Plak!"
Flora menepuk bahu Fabian cukup keras.
"Itu temen gue, jangan macem-macem!"
Tatapan Fabian tiba-tiba menangkap Josua yang tengah melintas. "Tuh, sama dia aja," tunjuk Fabian.
Josua berhenti, menatap bingung. "Kenapa?" tanyanya heran.
"Kalian cocok," balas Fabian cuek.
"Amit-amit," sahut Olla dengan cepat. "Bela diri sendiri aja gak bisa, gimana mau belain gue nanti?"
Josua menatap Olla dengan tatapan protes. " Yeay kampung!" celetuk Josua tiba-tiba.
"Gini-gini gue bisa belain lo dari penjahat."
Mata Olla membulat kaget. "Niel, gue salah denger, kan?" bisiknya, menyikut Oniel.
Oniel hanya menghela napas pelan, malas menanggapi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA FLORA
Teen FictionGue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotin...
