df|18: fakta.

1.5K 231 48
                                        

Happy reading
and enjoy the story



Fabian  duduk  di tangga penghubung antara  lantai satu dan lantai dua tepatnya pada anak tangga nomor tiga. Sesekali ia menoleh ke atas menunggu sosok gadis pendek itu muncul di hadapannya.

Setelah dari taman ke duanya langsung bergegas ke sekolah karena flora yang akan segera latihan. Bagaimana dengan bayi kecil itu? ah beberapa saat yang lalu ayah bayi itu datang menjemputnya.

Sudah cukup lama ia menunggu flora yang sedang latihan di ruang musik namun sepertinya gadis itu masih setia di dalam sana, apalagi di dalam sana ia bersama dengan orang yang paling ia cintai. Membayangkan itu membuat hati Fabian teriris.

" Fabian," panggilan seseorang di depannya membuat  Fabian menegakkan kepalanya.

Fabian sempat terdiam sebelum akhirnya menyadari siapa sosok gadis yang ada di hadapannya ini. Itu Ashel. Fabian cukup mengenal gadis itu, dulu Yori sering membawa gadis itu ketika bertemu dengan Fabian. Sudah cukup lama semenjak terakhir kali ia berbicara dengan gadis itu.

Mengerti dengan raut wajah Fabian membuat gadis itu terkekeh.

"Lo ngapain di sini?"

" Lo yang ngapain di sini," bukanya menjawab Fabian malah bertanya balik dengan suara datar.

Hening sejenak sebelum suara gadis itu terdengar di telinga Fabian.
" Sepertinya Lo udah mulai menerima semua keadaan,"

Fabian tak menjawab ucapan gadis itu.

" Lo lagi deket sama flora ya?"

" Gak ada hal yang perlu Lo tau dari hidup gue," Ashel  tersenyum miring.

Gadis itu  mendudukkan bokongnya di anak tangga yang berada di bawah Fabian.

" Lo pasti secinta mati itu sama flora," ucap ashel.
Ia kemudian mendongak menatap Fabian yang berada di atasnya.

Tatapan keduanya bertemu. Fabian yang masih menatap datar dan ashel yang tersenyum miring menatap dirinya.

"Jangan terlalu dalam masuk ke dunia flora,"

Ke dua mata Fabian membulat lebar, seberapa jauh gadis yang ada di hadapannya ini mengetahui kehidupannya.

" Maksud Lo apa?"

" Ada banyak hal dari dunia flora yang belum Lo tau,"

" Gue paling gak suka orang yang ngomong bertele-tele," sergah Fabian membuat ashel mendengus geli.

" Jauhi flora," Fabian terdiam sejenak. Sebelum akhirnya pria itu mendengus.

" Gue gak punya kewajiban harus dengerin ucapan Lo, "

Ashel berdiri dari tempat duduknya. Kemudian mengarahkan tubuhnya menghadap pada Fabian.

" Sepertinya Lo gak bakalan dengerin apa yang gue omongin, karna hati Lo sepenuhnya udah menjadi milik flora,"

Gadis itu terdiam sejenak.

" Tapi gue harap Lo gak lupa sama kematian Yori dua tahun yang lalu," jantung Fabian mencelos begitu saja, berdegup begitu kencang, mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya ini.

DUNIA FLORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang