df|27 : cinta dan ruang UKS.

2K 263 145
                                        

Happy reading
and enjoy the story




" Kak zean," panggil Marsha, ia berdiri di hadapan Zean yang berdiri masuk ke dalam ruang musik.

Zean menghentikan langkahnya, menatap tajam wanita di depannya, rahangnya mengeras menahan emosi.

" Kak," panggil Marsha lagi, kali ini suaranya sedikit naik.

Zean tak langsung menjawab, laki-laki itu menutup pintu ruang musik, takutnya ada orang yang mendengar percakapan mereka.

" Kenapa?" balas laki-laki itu singkat, ia menghadapkan tubuhnya ke gadis itu.

Marsha terdiam sejenak sebelum akhirnya mendengus.

" Hh, kamu marah sama aku?!"

balas Marsha menatap Zean dengan tatapan yang tak kalah tajam.

" Kamu nyalahin aku gara-gara Aldo yang nolongin flora?!"

Zean tetap diam.

" Ooo atau kamu mau jadi pahlawan di hidup flora?"

" Marsha!" tegur Zean.

" Apa?!"

Zean mendesah pelan.

" Sha, tolong ngerti," ucap Zean, mencoba untuk menahan amarah yang hampir meledak.

Marsha menatap tak percaya laki-laki yang ada di hadapannya ini, gadis itu tersenyum getir.

" Aku kurang ngerti apalagi sama kamu, haa?!"

Mata gadis itu memburam.

" Kurang sabar apalagi aku ngadepin sikap kamu?  Aku tau, aku cuma orang baru yang kebetulan datang di hidup kamu,"

" Aku tau aku gak bakalan bisa gantiin posisi masa lalu kamu sampai kapanpun, aku tau. Tapi tolong kamu juga harus tau, sekarang pacar kamu tuh aku, bukan dia!"

Zean mengalihkan pandangannya ke arah lain.

" Sha, kamu tau, gak mudah buat aku lupain flora,"

" Aku tau," Marsha berucap lirih.

" Kalo kamu tau kenapa kamu masih permasalahin semua ini?" Marsha menatap kecewa ke arah ayah dari anak yang di kandungnya saat ini, tanpa sadar ia mengelus perutnya yang mulai kelihatan buncit.

Zean melirik lama ke arah perut Marsha, sebelum kembali menatap wanita itu.
" Kita terikat hanya karna dia,"

" Gak ada sesuatu yang spesial antara kita berdua, apa yang aku lakuin selama ini, gak lebih dari sebuah tanggung jawab,"

" Aku sayang anak aku, bukan ibunya," tandas zean.

Kalimat yang di ucapkan oleh zean barusan benar-benar menghantam Marsha  dengan keras, air mata perlahan mengalir dengan deras.

" Kamu jahat, kak," suara Marsha bergetar penuh kekecewaan.

Zean terdiam pada akhirnya hanya kata maaf yang keluar dari mulutnya.
Air mata Marsha mengalir semakin deras, ia menatap tajam ke arah zean.

DUNIA FLORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang