Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau.
Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati,"
Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotin...
"Nah udah rapi. Idih, makin cantik aja calon bini, bahaya nih," flora menatap dalam mata coklat milik Fabian. Pria itu sedang asyik memperbaiki rambut flora yang cukup berantakan setelah melepas helm dari atas kepala flora.
" Kenapa?" tanya Fabian menyadari tatapan flora, namun flora tidak menjawab.Tatapannnya masih tertuju pada wajah Fabian.
Ia akui, wajah Fabian semakin tampan dari hari ke hari, namun anehnya ia baru menyadari setelah mereka resmi berpacaran.
Diam-diam Fabian mengulum senyuman ketika melihat ke dua mata flora sama sekali tak berkedip menatap dirinya. Pria itu tersenyum sejenak sebelum akhirnya memfokuskan pandangannya pada wajah flora.
" Gue ganteng ya?" tanya Fabian dengan tiba-tiba, membuat flora tersadar dari lamunannya. Dengan cepat ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Gaje," jawab flora singkat.
" Gue duluan," lanjut flora pada akhirnya seraya berjalan masuk kedalam rumah. Namun sebelum itu, sebuah tangan besar menahan pergelangan tangannya.
Flora menatap pria itu sejenak, sebelum akhirnya tatapannya turun menatap tangannya yang di genggam erat oleh Fabian. Ia mencoba untuk menarik tangannya namun genggaman tangan Fabian terlalu kuat.
Gadis itu menghela napas sejenak, sebelum akhirnya kembali menatap Fabian.
" Apa lagi, fabian?" tanya gadis itu mencoba untuk tetap sabar.
Ke dua sudut bibir Fabian melengkung ke bawah, seolah-olah tersinggung dengan ucapan flora barusan. Namun ketika melihat tatapan tajam yang di berikan oleh flora membuat Fabian langsung menyengir.
" Tunggu bentar," ucap Fabian seraya merogoh sesuatu dari dalam tasnya. Fabian tampak mengeluarkan sebuah gelang sederhana yang terbuat dari benang tiga warna. Yaitu, putih, merah dan hitam.
" Pake," ujar fabian, seraya menyodorkan gelang itu pada flora.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flora masih terdiam seraya memandangi gelang itu dengan wajah yang sulit di artikan.
" Ente yakin ini gelang dari benang?" tanya flora, suaranya terdengar kurang percaya.
" Ya Iyalah," jawab Fabian dengan cepat. "Gue pernah denger dari seseorang, katanya kalo pake gelang ini hubungannya bakalan langgeng," lanjut Fabian dengan percaya diri.
Flora menatap Fabian yang ada di hadapannya, lalu kembali menatap gelang yang kini berada di tangannya. " Ini nggak keliatan kayak gelang sih, lebih mirip benang buat bungkus bakso,"