Menikah dengan pria yang berilmu dan sangat bertanggung jawab memang harapan semua orang, apa lagi itu adalah orang yang di cintai. Tapi bagai mana kisah pernihakan yang terjadi bukan atas dasar cinta? entah akan tetap bahagia atau malah menderita d...
Huhhhh pagi yang sangat melelahkan, jam dinding baru menunjukkan jam 9:47 tandanya 43 menit lagi baru istirahat. Kay memandangi jarum jam yang terasa sangat lambat berputar. Sama dengan otaknya yang sedari tadi loading mendengarkan penjelasan nahwu yang di ajarkan ustadz Azam, beliau itu sudah hampir memasuki kepala tiga namun masih saja menjomblo entar karna apa, padahal beliau itu lumayan ganteng tidqk kalah dengan gus Adam.
"Ada yang mau bertanya?" Tanya Ustadz Azam kepada seluruh penghuni kelas.
"Ana ustazd," salah satu santri wati mengangkat tangannya.
"Iya mau tanya apa?" Tanya Ustadz Azam.
"Kapan mau ngelamar saya?" Tanya nya nyeleneh.
Semuanya pun tertawa, ya setidaknya bisa membuat kepala bisa tenang sebentar.
"Jika kamu berkenan!" Sahut Ustadz Azam meladeni candaan santri watinya.
Seketika Kelas itu langsung heboh bak pasar kambing.
"Menyala ustazd kuu," teriak salah satu dari mereka.
"Saya gak tau, karna yang saya tau itu Hilwah perempuan yang manis," jawab Ustadz.
Seketika Kelas kembali seperki kebun gorila.
"Udah udah sekarang kita lanjut," ujar Ustazd Azam dan melanjutkan mengajarnya.
🖊🖊🖊
Tak terasa akhirnya waktu istirahat tiba, kay yang tiba-tiba sakit perut seketika berlari menuju ndalem, biasa kalau buang air di WC sekolahan bikin gak lega atau gak tenang.
Saat hampir menuju pintu ndalem sebuat mobil berwarna hitam pekat berhenti, dan seketika Kay juga ikut berhenti.
"Siapa yang datang?" Gumam kay.
Seorang laki-laki keluar dari mobil dengan pakaian spek yali yalili.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(ootd nya)
"Assalamu'alaikum," salam nya lembut.
"Wa'alaikumsalam," jawab Kay.
"Ada yang bisa di bantu?" Tanya Kay.
"Apa ada Adam di dalam," tanya nya.
"Em... aku gak tau soalnya baru dari kelas, baru aja juga sampe sini," jawab Kay lembut.
Mendengar perkataan Kay laki-laki itu tersenyum lalu menundukan kepala, entah apa yang membuat dia tersenyum.