39.Hadiah Dan Keusilan Kay

259 9 0
                                        

Waktu begitu terasa singkat, tak terasa kini usia kandungan Kayra sudah memasuki 7 bulan. Yang mana membuat ia sedikit kesusahan melakukan aktifitas seperti santri wati yang lain. Apa lagi baru seminggu yang lalu di adakan kenaikan kelas. Yap betul banget, sekarang Kayra sudah memasuki kelas 2 Aliyah atau setara kelas 2 SMA. Seperti yang kalian tau walau dulu ia sudah kelas 11 waktu di SMA tapi ketika pindah ke Pesantren Dia harus mengulang Dari kelas 1.

"Mas mau anak kita cowok atau cewek?" Tanya Kay yang duduk di kursi sambil mengusap kepala Adam yang sedang berjongkok di hadapan istrinya.

"Apa pun jenis kelaminnya mas terima aja, yang penting selamat waktu lahiran," jawab Adam.

"Iiiiiiih kalau itu mah sudah pasti mas," ucap Kay geram.

"Hahaha mas kayaknya mau cowok, biar nanti kalau mas udah gak ada dia yang bakal gantiin peran mas buat jaga kamu," jawab Adam.

"Kalau cewek?"tanya Kay.

"Kalau cewek.......... bisa bantu-bantu kamu masak, temenin duduk santai, cerita bareng banyak deh pokonya," jawab Adam.

"Coba mas tanya Kay mau cowok atau cewek!" Pinta Kay.

Mendengar itu membuat Adam terkekeh pelan pasalnya ada saja kelakuan istri kecilnya itu.

"Ih kok mas ketawa sih, ayo tanyain!" Pinta Kay lagi.

"Iya sayangggg," jawab Adam.

"Ayo massss," ucap Kay.

"Istri mas yang paling cantik mau anaknya cewek atau cowok?" Tanya adam lembut.

"Kalau Kay mau anak kita kembar cewek cowok," jawab Kay semangat sambil tersenyum bangga.

"Emang bisa jagain sekaligus dua," tanya Adam.

"Kan ada Mas yang bantuin jaga, gimana sih mas ini," jawab Kay rada protes.

"Bukan gitu sayangg," balas Adam.

"Mas takut gak bisa jaga kalian sampai seterusnya," sambung Adam.

"mas gak boleh ngomong gitu, nanti kalau Allah denger trus kabulin doa mas gimana? Gak mau aku," jawab Kay.

"Kalau Allah berkehendak kita bisa apa?" Ucap Adam.

"Udah gak usah di bahas," ucap Kay.

"Oh ya mas besok kan udah mulai sekolah lagi, dan Kay udah naik kelas 2. Mas gak mau ngasih aku hadiah gitu?" Tanya Kay dengan senyum menggoda.

"Nanti deh mas pikirin," jawab Adam.

"Heleh mas gak asik," ucap Kay lalu pergi meninggalkan suaminya sendirian di teras.

Saat memasuki ndalem Kay kaget dengan keberadaan Yusuf yang sedang diruang tamu duduk santai dengan melipat kedua kakinya.

"Astaga Mas Yusuf ngapain kayak bersemedi gitu, mau jadi kera sakti ya Mas?" Ucap Kay ngawur.

Lantas Yusuf membuka matanya perlahan.

"Saya cuma lagi nenangin pikiran," jawab Yusuf sekenanya.

"Salah tempat mas, kalau mau nenangin pikiran di kuburan, enak tuh di situ adem ayem gak bakal ada yang ganggu," jawab Kay.

"Ada-ada aja kamu," balas Yusuf lalu memejamkan matanya lagi.

"Wih mana pake lilin aroma terapi lagi, gak sekalian aja mas pake lilin biasa buat ngepet, gampang mas jadi babi Kay yang jagain lilin nanti hasilnya kita bagi tiga, kay dua bagian mas satu bagian," ucap Kay lagi.

"Itu sih enak di kamu," jawab Yusuf masih memejamkan mata.

Tak lama Adam pun ikut masuk.

"Udah Kay mending kita ke kamar jangan ganggu mas Yusuf," ajak Adam.

Garis TakdirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang