Saat di perjalanan pulang Kay terjebak macet, dengan sendu ia menatap keluar jendela. Hatinya berkecamuk, pikirannya ke mana-mana. Andai dulu ia tidak nekat pasti hidupnya tidak akan berantakan.
Drttttt drttttt
Ponselnya bergetar, membuat lamunannya seketika buyar. Dengan cepat ia menerima panggilan dari Adam.
"Assalamu'alaikum Kayra," salam Adam.
"Wa'alaikumsalam mas ada apa?" Tanya Kay.
"Kamu masih lama? Ini Hana nangis terus," jawab Adam terdengar panik.
"Mas coba tenangin Hana dulu ya, ini aku masih kejebak macet," jelas Kay sambil menatap jalanan dengan resah.
"Ya sudah, mas tunggu ya!" Sahut Adam.
"Iya mas, Assalamu'alaikum," ucap Kay.
"Wa'alaikumsalam," jawab Adam.
Sambungan telpon langsung terputus, Kay membuka kaca mobil dan melihat jalan di depannya.
Rupanya tak hanya macet karna lampu merah, tapi juga ada kecelakaan. Kay cemas memikirkan Hana, harusnya tadi dia tidak pergi.
"Pak ini masih lama ya?" Tanya Kay pada supir taksi.
"Iya mbak kayaknya masih lama soalnya keliatan lumayan parah banget itu kecelakaannya," sahut supir itu.
"Aduh gimana ini...," monolog Kay panik.
"Ya udah Pak saya turun di sini aja," putus Kay dan bersiap turun.
"Beneran Mbak?" Tanya sang supir.
"Iya gak apa-apa, ini ongkosnya," jawab Kay sambil menyerahkan uang.
"Makasih mbak," ucap supir taksi.
"Iya sama-sama," jawab Kay lalu turun dari taksi.
Dengan tergesak-gesak Kay menerobos macet, ia sesekali berlari untuk memepercepat langkahnya. Satu demi satu kendaraan Kay lewati, sampai pada akhirnya ia berhasil keluar dari kerumunan itu.
Tapi saat menyeberang jalan dari arah kanan ada mobil melaju kencang, dan tanpa aba-aba langsung menghantam tubuh Kay.
Kay terpental beberapa jarak membuat kepalanya membentur trotoar jalan.
Mata Kay berkunang-kunang, terdengat bunyi yang sangat bising di telinganya. Sampai pada akhirnya semua gelap dan tak terdengar apa-apa lagi.
"TOLONG ADA TABRAK LARI!" teriak Ojol yang kebetulan lewat.
Beberapa orang mulai mendekat, entah untuk membatu atau sekedar penasaran saja.
"Telpon ambulan!" Pinta Ojol itu.
Dengan cepat salah satu ibu-ibu langsung menelpon ambulan.
Keadaan semakin Kacau karna macet dan dua kecelakaan.
Satu polisi datang dan langsung menggeledah isi tas Kay untuk melihat identitasnya, setelah itu dengan cepat ia membuka ponsel dan menghubungi kontak Adam.
"Assalamu'alaikum bapak, saya dari pihak kepolisian ingin menyampaikan bahwa saudari Kayra Anatasya mengalami kecelakaan di jalan anggrek persimpangan," ucap Polisi langsung menjelaskan.
"Di bawa ke rumah sakit mana?" Tanya Adam.
"Rumah sakit Satu Harapan," jawabnya.
Sambungan telpon terputus, Kay sudah dimasukkan ke dalam mobil ambulan dan dengan cepat di bawa ke rumah sakit karna banyak sekali mengeluarkan darah di kepala juga di perut bekas luka pasca oprasi.
_♡_
Adam yang panik langsung buru-buru pergi, ia mengambil kunci mobil dan jaket, saking paniknya Adam sampai lupa berpamitan pada orang tuanya. Sedangkan Hana memang sedari tadi bersama Nyai Roro di kamarnya.
"Kenapa buru-buru?" Tanya Yusuf yang baru dari dapur setelah melihat Adam turun tangga.
"Kay kecelakaan," jawabnya langsung pergi.
Yusuf terdiam sebentar lalu segera menghampiri orang tuanya.
"Assalamu'alaikum Umi," salam Yusuf di depan pintu kamar Nyai Roro.
"Wa'alaikumsalam masuk saja yusuf," jawab Nyai Roro dari dalam kamar.
Yusuf segera masuk dan menghampiri Nyai Roro.
"Umi! Adam ada gak ngasih tau kalau istrinya kecelakaan," ucap Yusuf.
"Innalillah, kapan?" Tanya Nyai Roro panik.
"Baru tadi Umi! Tadi liat Adam buru-buru jadi Yusuf tanya," jawab Yusuf.
"Ya sudah kamu jaga Hana sebentar, Umi mau telpon orang tuanya Kay dulu!" Ucap Nyai Roro lalu mengambil ponselnya.
"Assalamu'alaikum Ranti," salam Nyai Roro setelah sambungan telpon terhubung.
"Iya ada apa Nyai?" Tanya Mama Kay.
"Tadi barusan Yusuf anak saya ngasih tau kalau Kay kecelakaan dan Adam sudah menuju ke sana," jelas Nyai Roro.
"Innalillah, terus gimana anak saya Nyai?" Tanya Ranti panik.
"Saya juga kurang tahu, soalnya Adam langsung pergi gak bilang apa-apa," jawab Nyai Roro.
"Tapi nanti saya coba telpon Adam terus tanya di bawa kerumah sakit mana," sambung Nyai Roro.
"Ya sudah nanti tolong langsung kasih tau saya ya Nyai!" Pinta Ranti.
"Iya Ranti, kalau gitu saya matikan Assalamu'alaikum," ucap Nyai Roro.
Setelah sambungan telpon mati Nyai Roro langsung menghubungi Adam, namun tidak ada jawaban. Dengan panik Nyai Roro langsung pergi menuju kantor pesantren untuk memberi tahukan kepada Kiai Jaya.
Setelah dari Kantor Nyai Roro mencoba menghubungi Adam lagi namun masih tidak ada jawaban, tapi satu pesan masuk yang bertuliskan alamat rumah sakit. Tanpa pikir panjang Nyai Roro langsung memberitahukan kepada orang tua Kay dan mereka langsung bergegas pergi ke rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Takdir
Teen FictionMenikah dengan pria yang berilmu dan sangat bertanggung jawab memang harapan semua orang, apa lagi itu adalah orang yang di cintai. Tapi bagai mana kisah pernihakan yang terjadi bukan atas dasar cinta? entah akan tetap bahagia atau malah menderita d...
