2.Pulang sekolah

1.3K 37 2
                                        

Tidak ada suara kericuhan di kelas Kay, semua murid diam sambil sesekali mencatat materi yang di jelaskan. Sampai akhirnya bel sekolah berbunyi menandakan waktunya untuk pulang.

"Okey anak-anak, waktunya sudah habis jadi kalian boleh beres-beres, tapi tetap duduk dikursi masing-masing ya! karna ibu mau menyampaikan sesuatu!" Pinta Bu Titin.

Saat dirasa semua murid telah selesai membereskan alat tulis mereka, Bu Titin pun mulai berbicara lagi.

"Karna kebetulan ibu yang mengajar dijam terakhir hari ini, jadi ibu ingin mewakili wali kelas kalian, untuk menyampaikan bahwa teman kalian yang bernama Kay akan pindah sekolah," ucap Bu Titin menjelaskan.

Samar-samar terdengar banyak murid mulai berbisik-bisik, bahkan ada juga yang terang-terangan membicarakannya.

"Jadi untuk Kay silahkan maju kedepan untuk mengucapkan salam perpisahan," sambung Bu Titin mempersilahkan.

Kay segera maju kedepan kelas dengan wajah cengengesan.

"Halo guys!" sapa Kay nyaring.

"Aduh berasa jadi seleb nih gue," ucap Kay tanpa rasa malu sambil senyam-senyum sendiri.

"WOY KAY! cepetan napa gue mau pulang cepet ini!" teriak laki-laki berdandana seperti preman.

"Sabar napa Cup, gue deg-degan ini," sahut Kay seraya memegang dadanya.

"Halah sok deg-degan lagi," kini cowok berambut kribo yang menyahut.

"Heh Kriwil sabar dikit napa! Kay yang cantik jelita tiada tandingannya ini kan jadi semakin gugup," ungkap Kay sok dramastis sambil memegang dadanya.

"Gugup-gugup pala lu! itu nyerocos kek bebek," kata cewek yang duduk paling depan.

"Sudah-sudah, Kay ayok cepat!" Pinta Bu Titin jengah dengan drama kelas ini.

"Iya bu iya," sahut Kay.

"EKHM!," dehem Kay nyaring.

"Intinya gue cuma mau minta maaf kalau selama ini punya salah atau semacamnya sama kalian," kata Kay serius.

"Yeee bukannya kalau punya salah, tapi emang banyak salah lo sama kita-kita!" sahut laki-laki yang seperti preman tadi.

"Yah si Ucup nyaut aja kek monyet!" kata Kay sinis.

"Intinya lakian maafin Kay tidak?" Kini Bu Titin angkat bicara.

"IYA BU," sahut semuanya.

"Ya sudah kalian boleh pulang!" Seru Bu Titin.

Sontak semua murid mulai berhamburan keluar kelas setelah menyaliminya dan ada juga yang tidak.

_♡_

Kini Kay dan Bella sedang berjalan di koridor sekolah menuju parkiran. Kay sedih kenapa hidupnya harus seperti ini, dia salah apa? Padahalkan dia cuma bela diri, atau kadang memang usil sih. Tapi mau bagai mana lagi, nasi sudah jadi bubur, tinggal buburnya saja lagi ditambah toping apa biar enak.

"Eh Bel lo di undang juga gak sama Kak Reno ke Partynya malam ini?" Tanya Kay memecah keheningan antara mereka berdua.

"Iya, bahkan satu kelas kita juga di undang, emangnya kenapa?" Tanya Bella heran.

"Yah..., padahalkan ngarepnya cuma gue doang yang di undang dikelas kita, karna gue itu kan kek spesial gitu buat Kak Reno" sahut Kay sangat PD.

"PD banget lo anj*r," kata Bella lalu tertawa.

"Loh emang nyatanya," ucap Kay seraya mengangkat sebelah alisnya.

"Terserah lo aja dah," sahut Bella yang jengah dengan sifat ke-PDan temannya itu.

"Nanti jemput gue ya!" Seru Bella setelah sampai diparkiran.

"Iyeee kalau dibolehin pergi," sahut Kay dan hanya dibalas anggukkan oleh Bella.

"Eh, Kakak gue udah jemput tuh, gue duluan ya, babay...!" Seru Bella lalu berlari kecil ke arah abangnya, yang sedang duduk didalam mobil dengan kaca terbuka, tak jauh dari mereka.

"Hati-hati Roma, Ani akan selau mendo'akanmu!" teriak Kay dramastis.

Membuat Joy terkekeh pelan, ada-ada saja teman adeknya itu. Joy memang sudah mengenal Kay karena Bella sering mengajak kerumahnya.

"Duluan Kay!" teriak Joy dari dalam mobil sambil melambaikan tangan.

"Iya Bang!" sahut Kay tak kalah nyaring, dan membalas lambaian tangan itu.

Lalu terlihat mobil yang ditumpangi Joy dan Bella mulai menjauhi area parkiran.

Setelah itu Kay mulai berjalan ke barisan motor yang berjejer rapi, untuk mencari Si Udin, motor metik kesayangannya.

"Udin i'm coming!" teriak Kay sedikit keras lalu memeluk jok motornya.

"Udah gila kali ni anak," cerca seorang laki-laki yang tengah duduk diatas motor ninja disebelah kanan Kay.

"Enak aja bilang gue gila, lo tuh yang gila! Ngejer cewek segitunya!" sahut kay ngegas.

"Sembarangan lu Kay! Mona itu cewek istimewa jadi pantas di perjuangin!" tegas Kevin tak terima.

"Tapi gak sampai nembak tiap hari juga kali," ledek Kay dan menaiki motornya.

"Terserah gue dong, cemburu lo?" tanya Kevin dengan tengil.

"Iyakan cemburu kan lo? Udah ngaku aja!" sambung Kevin membuat Kay bergidik ngeri.

"PD amat!" Ucap kay cepat lalu pergi.

Garis TakdirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang